
Ilustrasi
JawaPos.com – Dua napi Nusakambangan dilaporkan telah melarikan diri. Sat Sabhara Polres Cilacap menurunkan unit satwa K9 anjing pelacak untuk mengetahui jejak pelarian napi dan melakukan pengejaran, Selasa (24/1).
Kasat Sabhara Polres Cilacap AKP Arif Budi Haryano mengungkapkan bahwa dua ekor anjing jenis Belgian Malinois Spesifikasi pelacakan umum sudah diterjunkan untuk melacak keberadaan kedua napi yang melarikan diri.
Pencarian sendiri sudah dimulai sejak hari Senin (23/1) dengan titik awal tembok yang dipanjat oleh kedua napi. Untuk mencari jejak kedua pelarian, kedua anjing tersebut dienduskan sarung milik napi agar mengetahui bau pelaku supaya bisa dilacak.
Kedua anjing tersebut sempat menuju selokan yang disinyalir dilewati oleh kedua pelarian napi. Setelah itu menuju bukit Nirbaya yang merupakan tempat eksekusi mati kasus narkotika beberapa waktu lalu. Selanjutnya, anjing pelacak berada di depan lapas Batu.
Karena waktu sudah malam dan tidak memungkinkan, akhirnya pencarian pada hari Senin (23/1) dihentikan. Kemarin, tim anjing pelacak masih melakukan upaya pencarian. Bahkan, Polres Cilacap mendatangkan anjing pelacak bantuan dari Polres Purbalingga Dan Polres Tegal Kota untuk membantu pencarian.
Kasat Sabhara mengungkapkan, selain upaya perburuan napi yang kabur, untuk mencegah hal itu terulang, Polres Cilacap juga melakukan pemeriksaan terhadap ruangan sel dan napi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2B Cilacap. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian narapidana yang melarikan diri dari lembaga pemasyaraktan tidak terulang kembali.
Sementara itu, Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto saat memimpin kegiatan Selasa (24/1) mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini sebagai antisipasi dan menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan adanya dua napi nusakambangan yang melarikan diri.
Dalam pemeriksaan di lapas Cilacap ditemukan beberapa benda yang seharusnya tidak berada di dalam lembaga pemasyarakatan. “Dalam penggeledahan ditemukan notebook, modem internet, dua buah tablet, gunting, serta beberapa unit televisi yang selanjutnya diserahkan kepada pihak lapas untuk ditindak lanjuti,” Ungkap Kapolres.
Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengeluarkan seluruh napi dan tahanan yang berada di dalam sel dan dilakukan penggeledahan badan serta seluruh isi ruangan sel. Ruangan di sekitar sel tahanan seperti dapur dan pagar pembatas juga diperikasa anggota yang terdiri dari 125 anggota gabungan Polres Cilacap dan Kodim 0703 Cilacap. Kapolres berharap kejadian di lapas nusakambangan tidak terjadi di lapas Cilacap. (fjar/ttg/yuz/JPG)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
