
PILIH TILANG ATAU...: Polwan Satlantas Polrestabes Surabaya mengawal kanalisasi jalur motor (R2) dan mobil (R4) di kawasan rawan macet Jalan Raya Darmo, Surabaya, Selasa (24/1).
JawaPos.com – Satlantas Polrestabes Surabaya semakin getol melakukan kanalisasi lajur. Setiap pagi di depan Taman Bungkul berjajar polisi yang mengarahkan roda dua ke lajur kiri.
Kawasan tersebut dipilih lantaran berada di pusat kota yang memiliki ruas jalan cukup luas. Selain itu, arus kendaraan yang melintas di sana tergolong padat. ”Roda dua kami arahkan lurus di lajur kiri agar tidak zig-zag memakan lajur mobil,” terang Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar.
Mulai Selasa (24/1) pagi kanalisasi dilakukan. Kali ini, satlantas menerjunkan moge-moge yang dipakai untuk menyekat ruas jalan. Dengan demikian, dari kejauhan para pengendara motor bisa melihat kehadiran polisi.
Adewira mengatakan, pengendara motor kerap kecelakaan. Salah satu pemicunya adalah pengendara yang tidak patuh lajur. Berdasar data Satlantas Polrestabes Surabaya, ada lebih dari 700 pengendara motor yang melanggar markah jalan.
Polisi tidak segan menindak tegas pengendara yang mbeling. Selama ini, pihaknya tetap memantau beberapa pos yang dekat dengan traffic light. Terutama untuk memantau kendaraan yang berhenti melebihi stop line.
UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas menjelaskan bahwa kendaraan yang menginjak garis putih tersebut sudah dikatakan melanggar. Apalagi jika melewatinya. Adewira menegaskan, anak buahnya tidak akan menilang kalau memang pengendara tidak bersalah. ”Jadi, kalau memang ada anggota yang cari-cari kesalahan, silakan melapor,” terang alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu.
Polantas meminta warga metropolis tetap tertib di jalan. Adewira menegaskan bahwa satuannya akan selalu mobile untuk melancarkan arus lalu lintas. Tim Speed dan Murai akan terus menyebar untuk menindak kendaraan yang melanggar aturan.
Selain fokus di jalanan, satlantas juga mulai menggalakkan kampanye keselamatan pelajar. Program Save Our Student (SOS) kemarin mulai bergulir. SMAN 21 menjadi salah satu pilot project.
Unit dikyasa memberikan beberapa materi tentang keselamatan. Aiptu M.R. Firmasyah, polisi yang vokal untuk sosialisasi keselamatan, mengajak siswa agar tahu aturan. Dengan gayanya yang luwes, Firman membuat pelajar lebih memahami materi yang disampaikan. ”Lek sepeda motoran nggaweya helm masiya cedek. Ojok nggawe helm merga wedi ambek polisi,” ucapnya. (did/c6/dos/sep/JPG)

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
