Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 16.42 WIB

Fakta-fakta Maraknya Pengiriman Ilegal ke Negeri Jiran

196 TKI ilegal berhasil digagalkan keberangkatannya oleh aparat kepolisian. - Image

196 TKI ilegal berhasil digagalkan keberangkatannya oleh aparat kepolisian.

JawaPos.com - Insiden tenggelamnya kapal pengangkut tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal kembali terjadi pada Senin (23/1) di Johor, Malaysia. Hal itu menunjukkan praktik pengiriman TKI ilegal masih marak dari tanah air, seperti dari Batam menuju Malaysia.


Dilansir dari Batam Pos (Jawa Pos Group), seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, mantan pemain TKI ilegal menuturkan, saat ini permainan TKI ilegal sudah tak lagi hanya membawa orang keluar dari Malaysia saja. "Tapi lebih dari itu, mereka bawa narkoba. Dulu tak pernah seperti ini," kata sumber tersebut.


Pria berumur 60 tahunan ini menyebutkan, penyelundupan TKI ilegal ini selalu bermain dengan oknum-oknum. Bila tidak, penyelundupan manusia dan narkoba ini tidak akan berjalan dengan lancar. Tak hanya oknum di Batam saja, para pemain TKI juga bermain dengan oknum instansi di Malaysia. "Kalau gak, yah pasti takut mereka (pemain,red)," ujarnya. 


Dia menceritakan, alur keluarnya TKI ilegal tersebut. Bila TKI ilegal masuk dengan menggunakan paspor, maka mereka masuk Malaysia dari Pelabuhan Batamcenter. Namun daerah tujuannya bukanlah Pelabuhan Stulanglaut, Malaysia. Tapi melalui beberapa pelabuhan kecil yang resmi, dengan pengamanan tidak terlalu maksimal. "Haloo ada bawa pekerja, tolong diamankan yah. Begitulah yang biasa diucapkan pemain sini ke oknum aparat Malaysia," tuturnya.

Akibat hal ini, para TKI yang masuk tidak terlalu ditanyai secara terperinci oleh pihak imigrasi Malaysia. "Cop cop cop saja, masuklah mereka," ungkapnya. Lalu TKI yang masuk jalur ilegal dan pulang dengan jalur yang sama. TKI tipe ini adalah orang-orang paspornya sudah mati atau di-blacklist oleh pihak Malaysia. Para TKI tipe ini sekali keluar dari Indonesia selalu dalam jumlah banyak.


Jumlah TKI yang sangat banyak inilah, yang menjadi permasalahan penyelundupan ilegal ini saat ini. Di mana para tekong tak lagi memperhatikan kapasitas kapal dengan jumlah TKI yang akan berangkat.  "Kalau dulu, kami selalu perhatikan hal ini. Kalau melebihi kapasitas yah kami tidak akan berangkat. Kami juga melihat arus, cuaca. Pokoknya memperhatikan segala aspek keselamatan," katanya. (ska/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore