
DIUSUT: Garis polisi dibentangkan di lokas kegiatan diksar Mapala UII Jogjakarta di Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu kemarin.
JawaPos.com - The Great Camping (TGC) Mapala UII (Unisi) kembali memakan korban jiwa. Peserta pendidikan dasar (diksar) Ilham Nurfadmi Listia Adi meninggal di RS Bethesda sekitar pukul 23.20, Senin (23/1). Diagnosa awal menyatakan mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2015 ini mengalami luka dalam.
Ayah Ilham, Syafii, 60, menyesalkan adanya kasus kekerasan dalam diksar Mapala UII. Syafii menuntut rektorat terbuka dalam memberikan informasi. Terlebih kegiatan tersebut resmi dan mendapat izin dari rektorat.
Syafii menjelaskan, luka yang dialami anaknya berupa lecet di ke dua bahu hingga area wajah. Ini dikuatkan dengan informasi dari teman sang anak. Ilham ditemukan pingsan di kamar mandi. Selanjutnya oleh ibu kosnya dan teman-temannya dibawa ke RS Bethesda.
"Kenapa bisa terjadi. Dengar-dengar anak saya ini sudah korban ketiga. Harus diusut tuntas, pihak kampus harus terbuka. Saya tetap menempuh jalur hukum," tegasnya di Kamar Jenazah RS Bethesda, kemarin (24/1).
Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda Jogjakarta Nur Sukawati mengungkapkan, ada banyak bekas luka di tubuh almarhum Ilham Nurfadmi Listia Adi. Dia juga menuturkan almarhum sempat mengalami berak darah sebanyak dua kali.
Nur mengungkapkan, Ilham sampai ke RS pukul 09.30 Senin (23/1). Informasi awal, almarhum jatuh dan pingsan di kamar mandi di kosnya. Berdasarkan laporan petugas IGD kondisi Ilham pucat, ada luka di dagu dan mengeluh mules.
"Pemeriksaan lanjut ditemukan ada luka kecil di tangan, kaki, dan kuku jempol kaki kanan hampir copot. Langkah awal penanganan kami infuse sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," jelasnya.
Dalam keterangan ini pula, diketahui Ilham sempat mendapat perawatan di RS JIH beberapa hari sebelumnya. Tepat pukul 13.30, Ilham mendapatkan perawatan di ruang VI. Pukul 15.00 Ilham mengalami berak darah segar.
Berdasarkan pemeriksaan, ini akibat trauma abdomen (trauma perut). Lalu pada pukul 16.00 Ilham mengalami berak darah berwarna hitam. Perawat sempat memberikan satu botol transfusi darah.
"Sekitar jam 19.30, Ilham dikirim ke ICU untuk penanganan lebih lanjut. Setelahnya kondisi pasien menurun terus dan akhirnya meninggal Senin (23/1) pukul 23.20," jelasnya.
Dalam diagnosa pemeriksaan, Ilham mengalami hematosisia, anemia, dan vulnus laceratum. Tensi Ilham rendah pada 80/40, dan nadi 123. Nur menjelaskan, saat Ilham dikirim ke ICU kondisi kesehatan sudah kritis.
Mahasiswa Fakultas Hukum UII ini merupakan salah satu peserta diksar Mapala UII. Kondisi fisik mahasiswa asal Lombok Timur ini hampir mirip dengan peserta diksar lainnya. Di antaranya mengalami lecet di beberapa bagian tubuh.
Dalam kesempatan ini, Nur juga menyampaikan kondisi Syaits Asyam. Asyam meninggal Sabtu (21/1) dengan dugaan kekerasan fisik. Almarhum datang ke RS Bethesda pukul 05.46 pada Sabtu (21/1). Keluhan berupa sulit bicara, sesak napas, dan batuk.
"Asyam juga gagal napas hanya 40 kali per menit, lalu pnemoneu atau paru-paru panas. Pasien meninggal Sabtu pukul 14.45," jelasnya. (dwi/bhn/ila/adi/ves/wa/ami)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
