
Pasar kendaraan niaga mulai positif seiring fokus pemerintah meningkatkan infrastruktur dan potensi perkembangan logistik
JawaPos.cm - Industri otomotif nasional terus dipacu agar bisa memenuhi target kapasitas produksi 2,5 juta unit pada 2020. Pabrikan asal Eropa itu diminta ikut berpartisipasi menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi otomotif, setidaknya untuk pasar Asia Tenggara.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, kapasitas produksi mobil yang terpasang secara total saat ini mencapai 1,928 juta unit. Itu berarti hampir mendekati target yang ditetapkan.
Selain kapasitas terpasang, Airlangga berharap 2,5 juta unit merupakan angka produksi pada 2020. "Dari angka tersebut, 20 persen diharapkan diperuntukkan pasar ekspor," harapnya di sela-sela peresmian perakitan lokal perdana Mercedes-Benz New E Class di Wanaherang, Bogor.
Untuk menarik minat investasi dan pasar, pemerintah mendorong pengembangan berbagai produk. LCGC (low cost and green car) akan diperluas sehingga semakin bersaing di situ.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga sedang mengembangkan mobil pedesaan. Prototipenya memasuki uji laik jalan 100 ribu kilometer (km).
Kemenperin membuat sistem semacam open sources. Jadi, cetak biru mobil tersebut bisa dibuat di banyak tempat.
Produsen existing kelas premium seperti Mercedes-Benz diajak turut serta mewujudkan keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai sentra produksi mobil bagi pasar regional.
Presiden & CEO Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Roelof Lamberts menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia. "Sejauh ini kami memproduksi kendaraan penumpang di Indonesia. Kami melihat ada peluang baru, tambah volume, dan model baru," terangnya.
Salah satu rencana Mercedes-Benz pada tahun ini adalah produksi kendaraan niaga. Kapasitas produksi pabrik mobil di WanaÂherang saat ini mencapai 6 ribu unit per tahun dengan dua line production. Utilisasinya baru mencapai 60 persen sehingga ada ruang untuk tambah produksi.
Ruang produksi yang kosong tersebut bakal dimanfaatkan untuk memproduksi jenis truk. "Kan ada dua kendaraan komersial, off-road dan on road. Selama ini masih difokuskan ke off-road untukpertambangan dan loging. Ternyata, situasinya kurang kondusif," ucap Deputy Director Marketing Communication MBDI Hari Arifianto.
Sebaliknya, pasar kendaraan niaga jenis on road mulai positif seiring dengan fokus pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur dan potensi perkembangan logistik. "Marketnya cukup besar," ujarnya.
Diharapkan, produksi truk dalam negeri Mercy terealisasi pada semester pertama 2017. Dengan begitu, truk itu akan menjadi truk CKD pertama dari Daimler Group di Indonesia. (gen/c16/noe)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
