Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 14.49 WIB

Wancana Pembentukan SP3T oleh TNI Dinilai Kurang Tepat 

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo - Image

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo


JawaPos.com - Wacana Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membentuk Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) dinilai kurang tepat. 


Menurut Wakil Direktur Imparsial, Gufron Mabruri, badan tersebut sejatinya dibentuk Kementerian Pertanian, bukan TNI.  


"Kurang tepat saya kira. Karena yang punya kehalian pangan ya Kementan," ujar Gufron saat dikonfirmasi, Selasa (24/1).


Gufron menyatakan, campur tangan TNI dalam masalah pangan dan pertanian, telah keluar konteks fungsi dari militer. Pasalnya masih ada tugas yang lebih penting ketimbang masalah pangan, seperti menjaga ancaman dan bahaya pihak luar.


"Tugasnya hanya untuk mengatasi ancaman eksternal dari luar bukan ngurusin soal sawah," tegasnya.


Namun demikan jika seandainya militer di bawah kepemimpinan Jenderal Gatot Nurmantyo tetap akan memaksakan membentuk SP3T, Gufron mengkhawatirkan akan timbul polemik baru di tengah masyarakat. Imbasnya, terjadi gangguan stabilitas sosial.


"Karena TNI tidak dibekali keahlian soal isu-isu pertanian," pungkasnya.


Sekadar informasi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, pada 2017 pihaknya berencana membentuk SP3T untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait swasembada pangan.


Gatot mengatakan pembentukan SP3T akan membantu petani dari tahap awal hingga akhir produksi, misalnya mulai dari pembibitan, panen, hingga penggilingan. Sehingga dengan adanya SP3T ini petani tidak lagi membeli bibit padi dari pedagang besar.(cr2/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore