Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 14.39 WIB

UNBK Belum Siap: Jumlah Siswa 300, Komputer Hanya 40

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Karawang dinilai belum siap menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis komputer (UNBK). Alasannya, fasilitas komputer sangat minim. Disdikpora pun diminta tidak memaksakan diri melaksanakan UNBK tahun ini. Jika dipaksakan dikhawatirkan akan membebani siswa.

Wakil Ketua DPRD Karawang Sri Rahayu Agustina mengatakan, seharusnya tahun ini pemerintah daerah mempersiapkan seluruh fasilitas hingga tahun depan bisa melaksanakan UNBK. "Kita harus realistis dong, buat apa memaksakan diri kasihan siswanya kalau seperti ini," ujar Sri, Selasa (24/1).

Menurut Sri, dari hasil kunjungan DPRD ke sejumlah sekolah, pihaknya mendapatkan informasi jika fasilitas sekolah masih terlalu minim untuk melaksanakan UNBK. Setiap sekolah, SMA misalnya, jumlah murid mencapai 300 siswa. Sedangkan fasilitas komputer yang dimiliki hanya 40 unit. Itupun hanya sekolah yang berada di kota.

"Kalau sekolah yang di pedesaan gitu tidak lebih 10 unit yang bisa digunakan, padahal sekolah paling banyak ada di pedesaaan," katanya.

Sri mengatakan jika pemkab menggunakan sistem shif dengan membagi tiga jadwal ujian justru menambah resiko human eror. Karena tingkat kebocoran soal akan semakin tinggi. Selain itu kemampuan fasilitas komputer diragukan untuk digunakan dengan 3 shif.
"Tolong jangan spekulasi kita harus pastikan terlebih dahulu fasilitas yang kita miliki," katanya.

Dia menambahkan, untuk menutup kekurangan fasilitas sekolah, seperti komputer, pemerintah harus menyiapkan anggaran di seluruh sekolah. Hanya saja Sri mengingatkan agar pemerintah jangan sekali-kali mengeluarkan kebijakan untuk mengutif iuran kepada siswa sekolah untuk menambah fasilitas sekolah.

"Jangan ada pungutan lagi kasihan orang tua siswa. Saya sudah mendengar jika ada rencana pihak sekolah untuk meminta iuran siswa membeli komputer," katanya.

Menurut Sri idealnya sekolah jangan dahulu menggelar UNBK untuk tahun ini karena kondisinya tidak memungkinkan. Sebaiknya tahun ini Pemkab Karawang mempersiapkan seluruh fasilitas sekolah hingga tahun depan bisa melaksanakan UNBK. "Tahun ini berbenah saja dahulu nanti kalau sudah siap baru melaksanakan UNBK," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Karawang, Nandang Mulyana menyebutkan pihaknya telah melakukan pendataan sebanyak 153 SMA/SMK di Karawang. Dari ratusan sekolah tersebut, yang sesuai syarat dapat mengikuti UNBK di Karawang hanya 60 persennya.

"Kita sudah melakukan pengecekan ke seluruh sekolah. Terus setelah kita cek hanya sekitar 60 persen dari 153 SMA/SMK atau sekitar 92 sekolah kemungkinan siap mengikuti UNBK," ujar Nandang.

Dikatakan, kesiapan tersebut dihitung dari jumlah perbandingan siswa dengan jumlah komputer yang tersedia di sekolah. "Kita menghitung dengan rasio 1:3 antara komputer dengan jumlah murid disekolah. Kalau misalnya ada 1000 murid maka sekolah tersebut harus menyiapkan sekitar 333 komputer," katanya.

Dia mengakui pada tahun 2016, dari 153 SMA/SMK di Karawang hanya 24 sekolah saja yang dapat ikut dalam pelaksanaan UNBK. "Jumlahnya setiap tahun harus meningkat. Dibandingkan tahun 2016, hanya ada 24 sekolah yang ikut UNBK," ujarnya.

Dengan dialihkannya wewenang kebijakan SMA/SMK kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 nanti, Nandang sangat berharap seluruh sekolah di Karawang dapat mengikuti UNBK pada tahun 2018 hingga 100 persen.

"Kalau sudah di provinsi, mudah-mudahan pada tahun 2018. Seluruh sekolah di Karawang dapat melaksanakan dengan UNBK," pungkasnya. (use/din/yuz/JPG)


Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore