
Ilustrasi
JawaPos.com - Anggota Polri yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Indonesia kini tengah dirundung masalah di Sudan. Mereka dituduh melakukan penyelundupan senjata di sana. Sehingga untuk kepulangan ke Indonesia menjadi tertahan.
Sampai saat ini, mereka yang tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) 8 masih dalam pemeriksaan pihak otoritas setempat. Polri pun coba mengirim bantuan untuk proses kepulangan mereka.
"Mereka ada dalam satu transit camp dekat bandara, yang tentunya mereka ada yang diperiksa dan diinterogasi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di Mabes Polri, Selasa (24/1).
Polri kata Martinus, juga akan mengirimkan personel untuk memberikan bantuan hukum serta melihat proses investigasi di sana. Sehingga berjalan dengan tepat dan baik. Mereka akan diberangkatkan pada Rabu 25 Januari 2017 besok.
"Dan kita mengirimkan personil untuk memberikan bantuan hukum disana untuk melihat proses investigasi. Sejauh ini investigasi tidak melibatkan Polri, sehingga kita hanya menunggu investigasi mereka saja," tambah Martinus. (elf/JPG)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
