Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 02.40 WIB

Diprotes Hanif Dhakiri di Twitter, Fahri Hamzah: Nggak Apa-apa

Fahri Hamzah - Image

Fahri Hamzah

JawaPos.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sempat diprotes Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di twitter. Itu lantaran Fahri berkicau banyaknya warga negara Indonesia yang menjadi tenaga kerja di luar negeri.

"Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela," tulis Fahri dalam akun twitter pribadinya @Fahrihamzah semalam, Senin (23/1).

Kicauan itu langsung dibalas Hanif dengan menulis "Saya anak babu. Ibu sy bekerja mjd TKI scr terhormat. Tdk mengemis, tdk sakiti org, tdk curi uang rakyat. Saya bangga pd Ibu. #MaafkanFahriBu," ucap Hanif di akunnya, @hanifdhakiri.

Dikonfirmasi lebih lanjut mengenai hal ini, Fahri menganggap Hanif salah paham akan maksud kicauannya. Katanya, sejak semalam dia berbicara mengenai persoalan kebangsaan.

"Jadi saya komplain sejak tadi malam kok kita ini kehilangan prioritas," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).

Prioritas itu ditunjukkan bahwa hutan Indonesia banyak dibabat, baja-baja diambil negara lain. Hingga banyaknya warga negara Indonesia yang meminta agar bekerja di negeri orang. Sementara di Indonesia, pekerja asing dibiarkan merajalela. "Konsern saya adalah kita prioritas (warga negara bekerja di negeri sendiri) gitu loh," jelasnya.

Fahri sebagai ketua tim pengawas tenaga kerja yang dibentuk DPR mengaku tahu betul nasib WNI yang bekerja di luar negeri. Terutama mereka yang diperbudak. Bahkan dia rutin melakukan advokasi dan berkomunimasi dengan kedutaan Indonesia di negara sahabat untuk memulangkan para TKI yang diperbudak dan mendapat kekerasan.

"Saya nggak ada hubungannya dengan kasus melakukan penghinaan. Saya ini mengadvokasi pekerja yang ada di luar negeri," tuturnya.

Soal akhirnya dia menghapus cuitannya terkait TKI tersebut, Fahri tidak ingin kesalahpahaman meluas. "Karena memang terminologi itu mengganggu di kupingnya padahal saya nggak maksud ke arah sana. Tapi nggak apa-apa sosmed kan gitu. Nggak ada masalah," sambung legislator asal NTB itu.

Terkait menjadi bahan bully-an atas postingan tersebut, Fahri menanggapi santai. "Ya harus banyak senyum. Harus menerrima baik kriitikan orang. Instropeksi biar positif lah," pungkasnya. (dna/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore