
POTENSIAL: Untuk sejumlah kawasan di titik-titik pertumbuhan ekonomi, NJOP-nya akan dinaikkan. Termasuk di sisi frontage road Jl Ahmad Yani, Surabaya.
JawaPos.com – Setelah pada 2016 tidak menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP), pemkot akhirnya menaikkan nilai NJOP tersebut pada tahun ini. Saat ini, hasil survei terhadap nilai kenaikan sudah berada di tangan wali kota. Jika tidak ada hambatan, dalam satu hingga dua minggu ke depan, kebijakan itu akan berlaku.
Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (BPPK) Surabaya Yusron Soemartono mengaku telah menyurvei ratusan titik. Baik kompleks maupun ruas jalan yang tumbuh pesat. ”Setiap tahun kami boleh menaikkan NJOP. Tapi, tahun kemarin (2016) kami tidak naikkan,” katanya
Yusron menyebut, kenaikan paling signifikan akan terjadi di beberapa titik di Surabaya yang telah mengalami pertumbuhan infrastruktur yang pesat. Contohnya, sepanjang jalan middle east ring road (MERR) maupun sepanjang jalan frontageroad atau jalur penyangga Jalan Ahmad Yani. ”Di sekitar MERR, tahun lalu naik hampir dua kali lipat,” jelasnya.
Selain lokasi-lokasi tersebut, ada ratusan lagi area di Surabaya yang mengalami kenaikan NJOP. Pertimbangannya didasarkan pada banyak faktor. Salah satunya harga pasaran lahan dan bangunan yang naik mengikuti semakin ramainya lokasi tersebut. ”Bundaran PTC itu sekarang jadi kompleks perkotaan,” kata Yusron.
Pejabat berkacamata itu belum bisa membeberkan nilai kenaikan NJOP di beberapa wilayah di Surabaya. Saat ini, draf kenaikan sedang dikaji oleh Wali Kota Tri Rismaharini dan baru bisa diumumkan jika sudah berbentuk keputusan berupa peraturan wali kota (perwali).
Otomatis dengan naiknya harga NJOP, beban pajak bumi dan bangunan (PBB) yang ditanggung pemilik lahan juga meningkat. Itu dikritik oleh anggota Komisi B DPRD Surabaya Achmad Zakaria. Menurut dia, kebijakan tersebut mungkin bisa menaikkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, itu juga berpotensi membebani rakyat kecil.
Menurut Zakaria, yang diuntungkan oleh kebijakan itu justru para pengusaha yang notabene punya berbagai properti untuk diperjualbelikan. Namun, untuk masyarakat biasa yang punya rumah tunggal, beban akan semakin berat dengan adanya kenaikan nilai PBB. (tau/c6/dos/sep/JPG)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
