
TANYA JAWAB: Staf Perpustakaan ITS memberikan informasi kepada para peserta CommTECH Camp Insight.
JawaPos.com – Sebanyak 55 peserta dari 18 negara berkumpul di ITS Senin (23/1). Peserta yang terdiri atas mahasiswa, staf, dan dosen perwakilan dari berbagai universitas itu mengikuti Community and Technological (CommTECH) Camp Insight. Event yang dihelat ITS International Office tersebut mengusung tema Solving Local Problems with The Global Knowledge.
Rektor ITS Prof Joni Hermana mangatakan, kegiatan itu diadakan untuk mengajak mahasiswa ITS agar semakin sering berinteraksi dengan komunitas asing. Ada tiga skema yang digagas untuk merealisasikannya. Pertama, mengenalkan prodi di ITS dan kiprahnya kepada masyarakat. Kemarin ada empat topik diskusi. Yakni, biomedikal, teknik komputer, multimedia, dan manajemen bisnis.
Kedua, mengenalkan kultur dan lingkungan Indonesia. Sebab, tidak bisa dimungkiri bahwa wilayah Indonesia cukup layak untuk menjadi tempat wisata. Ketiga, jelas dia, saat ini masyarakat sudah global village atau masyarakat tanpa batas. ”Networking jadi kata kunci. Membentuk jejaring, keluarga besar yang saling membantu,” ungkapnya.
Terkait dengan tema, peserta dibagi dalam tiga tim. Mereka diberi permasalahan yang ada di masyarakat lokal Surabaya. Selanjutnya, permasalahan itu dipecahkan dengan pendekatan yang berbeda-beda sesuai pengalaman masing-masing peserta di negaranya. Dengan begitu, pola pendekatan yang digunakan adalah pendekatan internasional di negara masing-masing peserta.
Beberapa negara berpartisipasi dalam event yang dihelat hingga awal Februari tersebut. Antara lain, Finlandia, Australia, India, Selandia Baru, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Turki, Yaman, dan Iran. Selain berdiskusi, para peserta diajak berkeliling Surabaya.
Johnny, peserta asal Taiwan, baru pertama datang ke Indonesia. Laki-laki yang menekuni bidang biologi itu ingin memperkaya pengalamannya. Juga, bisa belajar budaya di Indonesia. Hal sama disampaikan Vernicka Dene Ge Sagun. Mahasiswi Jurusan Biomedical Engineering, De La Salle University, Filipina, tersebut tertarik untuk mengetahui budaya dan bahasa Indonesia secara langsung. (puj/c7/nda/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
