Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 01.20 WIB

Pulpen dan Cokelat bagi Pelajar Taat Lalu Lintas

SAVE OUR STUDENT: Polisi memeriksa kelengkapan berkendara setiap pelajar yang melintas Senin (23/1) di Jalan Rajawali. - Image

SAVE OUR STUDENT: Polisi memeriksa kelengkapan berkendara setiap pelajar yang melintas Senin (23/1) di Jalan Rajawali.

JawaPos.com Kecelakaan yang kerap melibatkan pelajar mendapat perhatian polisi. Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar razia Senin (23/1) di simpang lima traffic light Jalan Rajawali. Saat pagi, titik tersebut sering dilalui pelajar yang membawa motor.


Personel Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak merazia pelajar yang kedapatan menggunakan sepeda motor ke sekolah. Surat-surat berkendara dicek. Kelengkapan berkendara seperti helm juga tak luput dari pemeriksaan.


Nah, dalam razia itu, polisi menerapkan sistem reward and punishment. Pelajar yang taat peraturan diberi hadiah. Sebaliknya, yang melanggar dikenai hukuman.


Ada dua jenis hadiahnya. Yakni, pulpen dan cokelat. Reward tersebut diberikan kepada pelajar yang berkendara sendiri maupun berboncengan. ”Berboncengan lebih efektif. Bisa mengurangi angka penggunaan roda dua saat jam sekolah,” ujar Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Mas Arjaka.


Sementara itu, bagi pelajar yang melanggar aturan, motornya disita. Polisi sudah menyiapkan dua mobil patroli untuk mengantar para pelajar yang tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK tersebut.


Untuk mengambil motor yang disita, Arjaka memberikan syarat. Selain sanksi tilang, yang harus mengambil motor sitaan adalah orang tua para pelajar tersebut. ”Saya minta surat keterangan juga bahwa bapak-ibu pelajar itu tidak membiarkan anak-anaknya berkendara tanpa surat resmi dan tidak pakai helm,” tegas mantan Kanitlantas Polsek Gedangan tersebut.


Selama sejam razia, mulai pukul 06.00 hingga 07.00, ada tujuh pelajar yang terjaring. Mereka diantar dengan dua mobil patroli ke sekolah masing-masing.


Arjaka mencanangkan, razia tersebut rutin dilakukan. Selain mengantisipasi pelajar menjadi korban kecelakaan, pemahaman tentang wajib taat berlalu lintas tersalurkan lewat para pelajar. ”Orang tua juga jadi mengerti bahwa membawa motor tanpa SIM dan tidak pakai helm itu salah. Membahayakan nyawa anaknya sendiri,” ucapnya.



Perwira dengan balok tiga di pundak itu berharap, razia tersebut bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. Dia juga sedang menggodok sebuah program yang selaras dengan SOS (Save Our Student). ’’Mungkin saya mulai dari kelengkapan berkendara dulu dan razia yang benar tentang SIM. Fokus di situ dulu. Kalau sudah berkurang, baru permasalahan yang lain,’’ jelasnya. (rid/c7/fal/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore