Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 00.51 WIB

Buru Target Terlibat Pertikaian yang Berujung Kematian Dekat Kali Surabaya

Menemukan Jejak Terakhir Korban - Image

Menemukan Jejak Terakhir Korban

JawaPos.com – Polisi semakin dekat untuk bisa menguak penyebab kematian Nova Ardiansyah. Dua saksi kunci sudah diperiksa. Kini Satreskrim Polrestabes Surabaya berusaha mencari orang-orang yang diduga berkelahi dengan pria yang akrab disapa Topeng tersebut.


”Ada dua orang yang kami kejar saat ini,” terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Senin (23/1). Namun, identitas dua orang tersebut masih ditutup rapat. Shinto tidak ingin buruannya lebih dahulu kabur.


Shinto memaparkan, dua nama tersebut muncul setelah saksi kunci melihat mereka berkelahi dengan Nova. Dua orang itu memberikan keterangan yang sama. Perkelahian terjadi sebelum Nova ditemukan mengambang di Kali Surabaya pada Selasa pekan lalu (17/1). Meski begitu, keduanya tidak tahu motif yang melatarbelakangi pertikaian tersebut.


Mengenai motor yang dibawa kabur korban, hingga saat ini polisi belum mengetahui keberadaannya. Namun, bisa saja dua orang yang tengah diburu mengetahui. ”Kami masih belum punya motif. Mudah-mudahan saja mereka (dua orang yang diburu, Red) bisa mengarah ke motor juga,” ungkap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut.


Korps seragam cokelat tidak punya patokan target kapan perburuan harus tuntas. Yang jelas, polisi sudah melacak alamat tempat tinggal mereka.


Shinto memastikan bahwa dua orang yang diburu tersebut mengenal Nova. Perkelahian yang terjadi tidak jauh dari TKP penemuan jasad Topeng membuat polisi yakin peritikaian itu memiliki hubungan dengan kematian korban. Jika benar, mereka juga akan bisa menunjukkan tempat Nova tercebur ke sungai.


Saat ini ada dua regu yang disebar untuk mencari dua orang tersebut. Keduanya mungkin telah berpencar, tapi tetap berkomunikasi.


Pengungkapan penemuan jenazah Nova hampir sama dengan kasus Yayuk dan Ipin yang pernah dilakukan polisi. Pengungkapan kematian Nova sama dengan Yayuk. Awalnya polisi sama sekali tidak tahu lokasi tenggelamnya korban. Sedangkan dalam kasus Ipin, ada saksi mata yang melihat sehingga polisi bisa langsung menelusuri TKP tempat Ipin dikeroyok.


Sama dengan Yayuk, polisi menemukan ciri-ciri kekerasan di jenazah Nova. Pencarian saksi-saksi kini menjadi tantangan polisi. ”Kami telusuri orang-orang yang dekat dengan korban. Problemnya, korban (Nova, Red) ini kan bergaulnya luas. Orang-orang di sekitar rumah juga tidak banyak yang tahu,” tutur polisi asal Medan tersebut.


Shinto optimistis pihaknya segera mengungkap kasus tersebut. Dia berharap keluarga korban maupun warga Kota Pahlawan tetap yakin dengan kinerja polisi. ”Kami akan terus kerja keras untuk menuntaskan apa yang sudah jadi tanggung jawab kami,” tegasnya.


Jenazah Nova ditemukan di Kali Surabaya Selasa (17/1). Diduga, dia telah meninggal dua hari. Saat ditemukan, badan korban membengkak dan warnanya menghitam.



Berdasar hasil otopsi, tengkorak warga Kebonsari I itu rapuh. Polisi belum bisa memastikan apakah ada pukulan benda tumpul di kepalanya. Namun, tim medis menjelaskan bahwa struktur tengkorak tersebut bisa jadi dipengaruhi faktor genetis saat lahir. Selain itu, ditemukan adanya luka di mulut yang mengarah pada dugaan penganiayaan. (did/c10/fal/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore