
GIAT BERKARYA: Anggota Paguyuban Ka’wongsari dari RW 7 Ma gersari sedang mewarnai batik tulis.
JawaPos.com – Canting dicelupkan ke larutan malam mendidih. Perlahan-lahan kain yang sudah digambar dengan berbagai desain motif batik Sidoarjo bertabur warna. Dengan penuh ketelatenan, delapan perempuan yang tergabung dalam Paguyuban Batik Tulis Ka’wongsari itu menyelesaikan helai demi helai kain batik tulis.
Motifnya beragam, tentunya khas batik Sidoarjo. Namun, ada satu motif yang khas, yakni sari. Motif itu terinspirasi dari benang sari pada kelopak bunga. Bentuknya layaknya tangkai bunga memanjang dengan kepala benang sari yang menjulur ke sisi luar.
”Maksudnya, jika ada anggota yang bisa berkreasi melebihi yang lain dan sukses, kami akan dukung dan tetap dalam wadah yang sama. Yang penting guyub,” jelas Ketua Paguyuban Batik Tulis Ka’wongsari Pipip Suprijati, Senin (23/1). Nama Ka’wongsari diambil dari akronim Karya Wong Magersari.
Ada 30 pembatik yang tergabung dalam peguyuban tersebut. Seluruh anggotanya adalah ibu-ibu dari warga RW 9 Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo.
Paguyuban itu terbentuk pada 2012. Berawal dari pelatihan membatik melalui program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri perkotaan di bidang sosial. Kala itu, maestro batik dari Sanggar Bening (alm) Joko Lelono didapuk melatih mereka. Meski begitu, Pipip dan kawan-kawan berinisiatif menambah ilmu dengan melakukan lawatan ke beberapa daerah dengan kualitas batik yang baik. Misalnya, Bandung, Tuban, dan Jogjakarta.
’’Supaya pengetahuan motifnya makin kaya,” kata ibu tiga anak itu. Tiga bulan setelah pelatihan, akhirnya 30 peserta sepakat untuk mendirikan paguyuban. ’’Kami iuran untuk modal awal dan kas secara swadaya. Buat beli bahan-bahan sama alat membatiknya,’’ imbuh perempuan 47 tahun itu.
Setelah ditekuni selama empat tahun, produk batik tulis Ka’wongsari kini mulai berkembang dan dikenal di wilayah Sidoarjo. Pesanan yang datang mulai banyak. Tak jarang, konsumen meminta desain khusus. Misalnya, pesanan batik biru bermotif ikan dari Dinas Perikanan Pemprov Jatim.
”Pernah juga motif khas Sidoarjo beras wutah kami padu dengan sari. Dibeli buat cenderamata dan dibawa ke Jerman,” kata Pipip. (via/c6/pri/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
