
Photo
Belasan aktivis kebersihan dan lingkungan pemenang Sidoarjo Zero Waste 2016 memperkaya pengetahuan dan pengalaman di Singapura. Banyak tempat didatangi. Salah satunya ENVision Gallery Singapura.
HASTI EDI SUDRAJAT
SOROT mata M. Nur Jamil tajam menatap layar kaca yang menempel di dinding. Sebuah pertanyaan tentang pengolahan sampah terpampang di sana bersama dua pilihan jawaban. Dia menghela napas sebentar. Lalu, menggerakkan tangan kanan untuk menekan tombol yang ada di sisi layar. Beberapa saat berselang, senyum ceria tersungging dari wajahnya. Jawabannya benar.
”Belajar seperti ini jadi lebih asyik,” ujar Jamil riang Rabu (18/1). Dia adalah satu di antara belasan pemuda pemenang Sidoarjo Zero Waste 2016. Sebuah program kerja sama dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) pemkab dengan Jawa Pos.
Jamil merasa beruntung dapat berkunjung ke ENVision Gallery Singapura. Pemuda asal Desa Siwalanpanji, Buduran, itu mengaku mendapat banyak ilmu yang bisa diterapkan di Kota Delta. ”Langkah paling dasar adalah mengajak warga untuk ikut peduli dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.
ENVision Gallery memang tempat yang tepat untuk belajar mengenai persoalan lingkungan. Letaknya di lantai 3 gedung Kementerian Lingkungan Hidup Singapura. Materi yang diberikan kepada pengunjung bisa dibilang sederhana. Namun, kemasannya yang dibalut teknologi canggih membuat yang datang bakal berdecak kagum.
Lokasi yang kerap menjadi jujukan pelajar dari berbagai penjuru dunia itu merangkum perjalanan pemerintah dalam mewujudkan kawasan yang bersih. Di dalamnya terdapat empat fokus utama yang disajikan. Energi, air, tanah, dan udara. Bila empat unsur itu tidak dikelola dengan benar, pasti akan timbul kerusakan lingkungan.
ENVision Gallery didesain dengan lorong-lorong panjang. Setelah melewati lorong yang membahas satu elemen lingkungan, pengunjung disambut lorong elemen lainnya. Nah, di setiap elemen itulah materi disajikan dengan balutan teknologi canggih.
Di lorong pengolahan udara misalnya. Di sana pengunjung bisa menyaksikan film pendek mengenai polusi udara yang disebabkan manusia dari balik ranting pohon buatan. Asap kendaraan dan pabrik menjadi salah satu materi yang disajikan. Untuk melihatnya, kedua mata harus mengintip dari lubang kecil. Film tersebut secara otomatis akan berhenti ketika pengunjung menarik badan untuk mundur.
ENVision Gallery buka mulai pukul 09.00 dan tutup 18.00 waktu setempat. Lokasinya tidak dijaga petugas seperti destinasi kunjungan pada umumnya. Meski begitu, pengunjung tidak akan tersesat karena pintu masuk dan keluar dibuat satu arah.
Mereka juga tidak akan berani merusak peralatan di dalam galeri. Sebab, di setiap sudut lorong komponen ada kamera closed circuit television (CCTV). ”Kalau ada yang berbuat curang, akan langsung didatangi petugas,” kata Suhaemi, pemandu tur yang mendampingi rombongan pemenang Sidoarjo Zero Waste 2016.
Emi –sapaan akrab Suhaemi– menjelaskan, kebersihan lingkungan merupakan fokus utama dari pemerintah Singapura setelah merdeka. Sebab, keberadaan sampah dipastikan bakal memantik permasalahan besar karena luas negara yang terbatas. ”Kementerian lingkungan hidup dibentuk pada 1972,” jelasnya.
Kementerian harus berjibaku untuk menyelesaikan sejumlah masalah lingkungan di Singapura. Mulai menekan angka pencemaran dan pembuangan limbah sampai memastikan sistem drainase berjalan baik dan terjaganya kesehatan lingkungan. ”Upaya awal adalah membersihkan sungai pada 1977. Dulu sungai di sini sangat kumuh,” ujar Emi.
Kerja keras, keseriusan, dan dukungan segenap warga akhirnya membuahkan hasil. Bahkan, Singapura yang kala itu dipimpin Lee Kuan Yew memperoleh penghargaan dari dunia internasional. Pada 1982 Singapura dinyatakan sebagai negara bebas malaria pertama di Asia Tenggara oleh World Health Organization(WHO).
Empat tahun berselang, pemerintah melebarkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan memperhatikan pedagang kaki lima (PKL). Mereka harus memastikan makanan yang dijual pedagang bebas dari kuman.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
