Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 23.11 WIB

Jelly Art Imlek Bentuk Apik, Tetap Enak

TEKNIK KHUSUS: Stefanie sedang menghias jeli. Dia menyuntikkan jeli dengan warna berbeda sehingga bisa membuat efek tiga dimensi. Dia membuat bentuk ayam jago. - Image

TEKNIK KHUSUS: Stefanie sedang menghias jeli. Dia menyuntikkan jeli dengan warna berbeda sehingga bisa membuat efek tiga dimensi. Dia membuat bentuk ayam jago.

Chef, restaurateur, dan penulis buku asal Amerika Serikat Thomas Keller pernah berkata, ’’Recipe has no soul. You as the cook must bring soul to the recipe.’’ Membuat makanan itu tak melulu soal enak atau tidak enak. Tapi, ada keindahan dan cerita di baliknya.



MENGHIAS makanan menjadi salah satu bentuk memberikan ’’jiwa’’. Misalnya menghias jeli. Yang gampang, setelah dimasak, jeli diletakkan dalam cetakan, didinginkan, lantas dimakan.


Namun, ternyata ada seni menghias makanan bertekstur kenyal tersebut. Seperti seorang pelukis, Stefanie membuat pudingnya memiliki hiasan tiga dimensi berbentuk ayam. Si ayam seolah diletakkan di dalam puding.


Menghias puding atau jelly art seperti melukis di atas kanvas. Warna merah semburat cantik di bagian kepala dan ekor. Lalu, ada warna kuning dalam badan ayam. Untuk membedakannya, Stefanie menciptakan warna cokelat tua untuk mata dan kaki ayam. Sementara itu, di bawah ayam, perempuan 33 tahun tersebut menambahkan warna hijau sebagai rumput.


Tak butuh waktu lama menyelesaikannya. Stefanie hanya butuh waktu 30 menit untuk ’’melukis’’ ayam dalam jeli. Kedua tangannya cekatan. Tangan kanan memegang suntikan, alat khusus yang digunakan untuk membentuk jelly art. Sedangkan tangan kirinya memastikan agar loyang pada posisi yang benar. ’’Biar nggak goyang-goyang saat menggambar,’’ terangnya.


Sebelum melukis ayam, ada beberapa tahapan yang dipersiapkan. Pertama, perempuan kelahiran Surabaya, 5 Juli 1983, tersebut mencetak jeli dalam loyang berukuran 18 x 18 cm. Agar bentuk lebih rapi, dia membuat sketsa lebih dulu di kertas kue. ’’Pakai bolpoin khusus kue,” ujarnya. Setelah jeli setengah beku, dia menyuntikkan puding yang sudah diberi pewarna makanan.



Yang unik dalam membuat jelly art adalah gambarnya harus terbalik. Karena memang posisi saat menggambar dari arah belakang. ’’Kalau jadi, ini akan di balik posisinya,’’ ujarnya. Proses pembuatan jelly art sampai selesai memakan waktu dua jam. Jeli berhias ini dapat bertahan selama satu minggu apabila disimpan dalam lemari es. Kalau dalam udara ruang, paling lama jeli dapat bertahan sehari. (bri/c17/jan/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore