Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 22.55 WIB

Banjir Jabon Makin Parah, Desak Sidoarjo-Pasuruan Berkoordinasi

CARI SOLUSI: Amir Hamzah didampingi Bupati Saiful Ilah saat rapat bersama SKPD tentang banjir pada Senin (23/1) di Pendapa Delta Wibawa, Sidoarjo. - Image

CARI SOLUSI: Amir Hamzah didampingi Bupati Saiful Ilah saat rapat bersama SKPD tentang banjir pada Senin (23/1) di Pendapa Delta Wibawa, Sidoarjo.

JawaPos.com – Banjir menjadi problem sangat serius di wilayah Kota Delta yang harus mendapatkan solusi. Banjir tidak hanya terjadi ketika hujan lebat datang, tetapi juga karena banjir kiriman atau luapan air laut (rob). Banjir di sejumlah desa di Kecamatan Jabon, misalnya. Sejak 14 hari lalu, ribuan warga bergelut dengan genangan air.


Berdasar pantauan Jawa Pos di Desa Kupang, Senin (23/1), ketinggian air mencapai 30–70 sentimeter. Bahkan, banjir meluas hingga mendekati Balai Desa Kupang. Tidak ayal, aktivitas warga terganggu. Anak-anak bersekolah juga dibuat repot. Deraan penyakit menghantui warga.


Kepala Desa (Kades) Kupang Suryadi mengungkapkan, belakangan ketinggian air makin naik hingga 10 sentimeter. Apalagi, curah hujan cukup tinggi. Total, ada 780 unit rumah yang terkena banjir di desanya. Perinciannya, 500 rumah terkena banjir berat, 180 rumah banjir sedang, dan 100 rumah banjir ringan.


Bukan hanya itu, banjir juga melanda lahan pertanian warga. Setidaknya ada 80 hektare lahan pertanian yang gagal panen, 111 hektare yang panen dini, dan 50 hektare mengalami panen awal. ’’Kami belum menghitung total nilai kerugian karena banjir kali ini,’’ kata Suryadi.


Selama dua pekan ini, banyak warga yang menjadi korban. Pihaknya juga telah menawarkan tempat pengungsian di posko. Namun, banyak warga yang menolak. Alasannya, tidak ingin meninggalkan rumah masing-masing. ’’Meski harus tidur di atas ranjang dengan genangan air di bawahnya, mereka tetap bertahan dengan kondisi tersebut,’’ ungkapnya.


Saat ini, lanjut dia, yang bisa dilakukan adalah mengakomodasi bantuan sembako dan air bersih kepada warga. Bantuan masih mengalir kepada para korban banjir. Bantuan sembako tetap dibutuhkan. Air bersih saat ini sudah disokong empat tangki dari PDAM. ’’Pengobatan gratis juga telah diberikan Puskesmas Jabon,’’ jelas Suryadi.


Menurut dia, setiap lima tahun sekali memang selalu ada banjir kiriman dari Pasuruan. Tetapi, tahun ini lebih parah. Apalagi, ketinggian banjir mencapai 70 sentimeter dan tidak surut selama dua pekan.


Berdasar data posko banjir di Desa Kupang, kondisi empat desa lainnya juga masih parah. Jumlah korban banjir di Desa Semambung sekitar 500 KK (kepala keluarga), Kedungpandan 660 KK, Kedungrejo 220 KK, dan Tambak Kalisogo 272 KK.


Musibah banjir yang melanda desa di Kecamatan Jabon juga menuai perhatian anggota DPR Syaikhul Islam Ali. Pada Selasa itu ketua komisi VII (bidang lingkungan hidup) itu langsung meninjau lokasi banjir di Desa Kupang sekaligus memberikan bantuan sembako kepada warga. ’’Banjir di Kecamatan Jabon tahun ini terbilang parah,’’ terangnya.


Selama meninjau lokasi banjir, Syaikhul juga berinteraksi dengan warga. Warga pun menyampaikan unek-unek. Khususnya anak-anak yang tidak lagi bisa tidur nyaman karena kedinginan dan kondisi rumah kumuh. ’’Para orang tua memang bisa tidur di rumah dengan keadaan banjir. Tetapi, anak-anak ini kan kasihan,’’ tuturnya.


Syaikhul pun meminta Kades membuat penampungan bagi anak-anak. Sebab, kondisi anak-anak masih sangat rentan. Apalagi, banyak keluarga yang memiliki balita. ’’Kami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberikan bantuan makanan pengganti ASI (air susu ibu). Tadi juga kami bagikan,’’ jelasnya.


Banjir di Kecamatan Jabon terjadi karena aliran sungai kurang baik. Karena itu, dia berharap Pemkab Sidoarjo bisa bersinergi dengan Pemkab Pasuruan untuk menyelesaikan masalah banjir tersebut. ’’Sungai ini kan berada di dua kabupaten. Sebaiknya duduk bersama untuk mencari solusi,’’ ujarnya.


Syaikhul menilai penanganan korban banjir oleh pemkab relatif baik. Bantuan sembako dan air bersih sudah langsung turun. ’’Pemkab harus segera mengajukan solusi. Nanti kami bisa membantu berkoordinasi dengan komisi yang berkaitan dengan ini. Masalah banjir ini harus ditangani sungguh-sungguh,’’ tandasnya.



Bupati Rakor dengan BBWS Brantas


Sementara itu, Selasa (23/1) Bupati Saiful Ilah mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Amir Hamzah di Pendapa Delta Wibawa. Pertemuan tersebut bertujuan mencari solusi bersama dalam mengatasi masalah banjir di Sidoarjo.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore