Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 22.45 WIB

Menengok Kreasi Unggulan Sekolah di Kota Delta

MELESTARIKAN KEBUDAYAAN: Rio Rizki dan Sophia Wydia belajar membatik di SMAN 1 Wonoayu kemarin. Para siswa juga membuat berbagai lukisan. - Image

MELESTARIKAN KEBUDAYAAN: Rio Rizki dan Sophia Wydia belajar membatik di SMAN 1 Wonoayu kemarin. Para siswa juga membuat berbagai lukisan.

Banyak program unggulan yang membuat pendidikan Sidoarjo lebih menonjol. Baik dari program pembelajaran, ekstrakurikuler, maupun hasil karya siswa. Sekolah-sekolah pun makin jor-joran membuat program unggulan tersebut.



TANGAN Rintis Riski Miliyani tampak luwes menggoreskan malam dari canting ke lembaran kain putih Senin (23/1). Bersama sejumlah rekannya, di salah satu ruang kelas di SMAN 1 Wonoayu, Sidoarjo Rintis mulai mempraktikkan cara membatik tulis. ”Ini dibatik sesuai goresan atau gambaran yang dituliskan sebelumnya dengan menggunakan pensil untuk pembelajaran. Kalau langsung, takut salah,” ujar gadis yang menjadi ketua ekstrakurikuler seni kriya itu.


Kreasi batik tulis menjadi salah satu unggulan di Smaniwa, sebutan SMAN 1 Wonoayu. Kegiatan pembelajaran itu masuk dalam ekskul seni kriya. Hasil karya tersebut digunakan sendiri oleh para siswa. Mulai dijahit menjadi baju atau sekadar digunakan hiasan. ”Biasanya, juga dipasarkan dalam pameran-pameran, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah,” ujar siswi kelas XI IPA 3 itu.


Belajar batik tulis tersebut berlangsung seminggu sekali. Pada Jumat, mulai pukul 11.30 sampai selesai. Biasanya, para siswa betah berjam-jam saat memegang canting. ”Dari pembelajaran ini semoga bisa lebih cinta budaya, apalagi ini jadi khas Indonesia,” ujar guru pembimbing batik Nita Purwaningsih. ”Harus tresno (cinta, Red) pada yang jadi unggulan ini,” tambahnya.


Menurut perempuan yang juga mengajar bahasa daerah itu, dengan cinta, hasil pekerjaan akan maksimal. Para siswa pun mengerjakannya dengan tidak mengenal lelah. ”Prinsipnya, kalau belajar batik, harus berani kotor dan telaten,” tuturnya.


Selain batik tulis, mereka juga memiliki produk batik lain. Yakni, batik jumput dengan teknik tuang dan batik jumput dengan teknik cecek. ”Kalau jumput, pewarnanya dijumput ke kain, lalu dipelintir kainnya agar warna menyebar. Kalau cecek, itu ditutul-tutulkan pakai kuas,” jelas guru seni Smaniwa Raden Setijoadi.


Itu membuat jenis batik dari Smaniwa lebih beragam. Para murid juga jadi lebih paham ragam batik. Pembuatan batik jumput tidak sesulit batik tulis. Namun, hasilnya tidak kalah menarik. ”Bisa langsung dibatikkan ke kaus atau kain biasa,” kata pria yang akrab disapa Adi itu.


Selain kain, ada beragam jenis gantungan kunci dari kayu yang juga dibatik. Bahannya ranting-ranting pohon yang sudah tidak terpakai. Karena kecil, pembuatannya tidak semudah yang dibayangkan. Harus telaten dan jeli. Jika pembuatan motif luput sedikit saja, hasilnya tidak keruan. ”Ini anak-anak diajari cara memanfaatkan barang yang sudah tidak dilirik orang menjadi barang bernilai seni yang menarik,” terang Adi.


Salah satu yang menarik perhatian saat melihat tumpukan karya siswa Smaniwa adalah beragam lukisan. Tinta yang tergores pada kanvas itu bertema. Ada lukisan surealisme, realisme, serta dekorasi wajah. ’’Setiap semester yang diajarkan berbeda tema. Pernah lukisan dua dimensi, tiga dimensi, lukisan kulit telur, juga kaligrafi timbul dari foam dan pasir putih,” ujarnya.


Unggulan lain adalah tari tradisional yang sudah mendapat banyak penghargaan. Mulai tingkat kabupaten hingga nasional. ”Yang jadi andalan adalah tari Sorote Lintang dan Ning Saropah,” kata ketua ekstrakurikuler tari Kanisa Lestari.



Kini 35 anggota ekstrakurikuler tari sedang mempersiapkan festival dan lomba seni siswa nasional serta pekan seni pelajar (pensi) nasional. ”Di pensi, sekolah kami rutin mengisi acara. Biasanya, diundang tampil di tingkat Kabupaten Sidoarjo juga,” ungkapnya. (uzi/c6/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore