
MERANA: Eni Sulistiana, warga Krajan, Purworejo, Pacitan, yang terdampak tanah gerak selalu mengungsi bersama keluarga tiap malam.
JawaPos.com- Fenomena tanah gerak terjadi di tengah wilayah Kota Pacitan. Sedikitnya sembilan rumah di Dusun Krajan, Desa Purworejo, Kecamatan Pacitan Kota, terdampak pergerakan tanah. Kerusakan terparah dialami tiga rumah. Retakan bahkan menjalar hingga puluhan meter dan sanggup memiringkan bangunan rumah.
Demi keamanan, pemilik rumah yang terdampak memilih mengungsi bersama keluarga saat malam. ”Kami takut jika rumah tiba-tiba roboh. Sebab, perkembangan retakan di bangunan rumah tidak terasa,’’ ungkap Eni Sulistiana, 27, warga yang terdampak tanah gerak di Krajan.
Dia menceritakan, pergerakan tanah di dusunnya diketahui pada akhir Desember lalu. Hujan yang kerap mengguyur memunculkan garis retakan di halaman beberapa rumah warga. Tak disangka, rumah Eni lama kelamaan ikut terdampak.
Di rumahnya, garis retakan sepanjang 2 meter muncul di lantai teras depan. Kian lama, retakan tersebut menjalar ke dinding dan kamar di dalam rumah. ”Terus menjalar hingga dinding dapur di bagian belakang rumah. Dan perkembangan itu tidak diketahui. Biasanya baru sadar saat pagi,’’ terangnya.
Awalnya, lebar retakan tidak lebih dari 2 sentimeter. Namun, sejak tiga pekan lalu, perkembangan retakan di lantai dan dinding semakin parah. Saat ini lantai teras rumah Eni merekah hingga 10 sentimeter.
Selain lantai, lebar retakan di dinding kini mencapai sekitar 5 sentimeter. Saat diukur, kedalaman celah retakan di lantai rumah Eni mencapai 2 meter. Bangunan rumah tersebut kini miring hingga 5 sentimeter. ”Karena sudah miring dan retak sana-sini, kami khawatir. Terutama saat malam,’’ ujarnya.
Bukan hanya Eni, Suparno, 42, juga merasakan dampak gerakan tanah. Di rumahnya, ada retakan di lantai keramik sepanjang 4 meter. Retakan tersebut menjalar dari halaman rumahnya. Berbeda halnya dengan Eni, Suparno tidak mengungsi.
Dia memilih tetap tinggal karena merasa kerusakannya tidak parah. Dia mengaku beruntung membangun rumah dengan bahan kayu. Sebab, ketika terjadi pergerakan tanah yang merusak dinding atau lantai, kayu cenderung tidak terdampak. ”Kayu itu cenderung ikut bergerak ketika digoncang gerakan tanah. Tidak kemudian retak seperti dinding,’’ katanya.
Sejak kemarin, bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pemkab setempat datang kepada para warga yang terdampak. Mereka yang mengungsi merasa cemas dan meminta pemerintah memperhatikan dengan mencarikan solusi soal fenomena alam tersebut. ”Kejadian ini kali pertama. Kami merasa perlu tahu apa penyebabnya. Sebab, khawatir jika sewaktu-waktu hal yang terburuk bisa saja menimpa,’’ ujar Suparno. (mg4/rif/c21/end)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
