Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 21.27 WIB

Ribuan Lubang Jebak Pengendara di Jalan Nasional

RUSAK: Jalan nasional di wilayah Jombang banyak dihiasi lubang. - Image

RUSAK: Jalan nasional di wilayah Jombang banyak dihiasi lubang.


JawaPos.com- Para pengendara kini harus lebih berhati-hati saat melintas di jalan transnasional di wilayah Kabupaten Jombang. Sebab, sebagian besar jalan sudah rusak parah. Di ruas jalan mulai Mojoagung (perbatasan Jombang-Mojokerto) hingga Bandarkedungmulyo (perbatasan Jombang-Kediri/Nganjuk) sepanjang 50 km, terdapat ribuan lubang menganga.



Masyarakat pun geregetan dengan kondisi itu. Sebagai bentuk protes, kemarin warga menanam dua pohon pisang di tengah jalan raya trans-Jawa tersebut.



”Kondisinya benar-benar darurat kalau kami melihat jalan raya dengan kondisi seperti itu. Ini ada pemerintahan apa nggak sih?Kok kondisinya kayak begini. Pak Gubernur, tolong lewat jalan ini sekarang, mulai Mojokerto, Jombang, hingga Nganjuk,’’ ujar Mulya, 44, setelah melintas di Jalan Raya Perak hingga Tunggorono kemarin.



Berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Jombang, di jalan nasional yang melintasi Kabupaten Jombang secara merata terdapat lubang menganga. Selain menghambat laju kendaraan, lubang-lubang tersebut membahayakan pengendara. Bukan hanya sepeda motor yang terjerembap.Mobil juga bisa terjebak. ”Banyak ban mobil yang tiba-tiba gembos karena terkena jebakan lubang jalan. Tak sedikit velg mobil yang langsung bengkok dan retak,” ujar Firda, 22, pengendara Panther.



Kondisi jalan makin parah ketika hujan turun. Jalan berlubang itu tidak tampak karena tergenang. Dengan kondisi seperti itu, pengendara harus lebih berhati-hati.



Kondisi Jalan Soekarno-Hatta juga demikian. Meski lubang jalan sudah ditandai dengan Pylox (cat semprot) berwarna putih, masalah belum terselesaikan. Sampai sekarang jalan tetap berlubang dan banyak kendaraan yang terperangkap.



Pemandangan serupa dijumpai di Jalan Gatot Subroto. Sepanjang jalan satu arah itu, ditemukan lubang secara merata. Berdasar informasi yang dihimpun di lokasi, para pengendara roda dua pernah menjadi korban kerusakan jalan tersebut. ”Dua hari lalu ada ibu-ibu yang naik sepeda motor jatuh karena menghindari kubangan air,” kata Martianah, warga setempat.



Menurut dia, kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang menyulitkan pengendara roda duauntuk menghindar. Apalagi ketika malam. Meski sudah ada penerangan jalan, kubangan itu tetap tak terlihat. ”Terlebih ketika hujan, pasti tergenang,” kata dia.



Nah, pemandangan tak jauh berbeda dijumpai di Jalan Raya Basuki Rahmat. Meski sekitar dua bulan lalu jalan tersebut sempat diperbaiki petugas dengan penambalan, kerusakan yang lebih parah kembali menyusul.



Bahkan, saking parahnya, tepat setelah jembatan di jalan itu ditanami warga setempat dengan dua pohon pisang. Pohon tersebut ditanam ditengah jalan. Itu dilakukan sebagai bentuk protes warga atas jalan yang tak kunjung diperbaiki.



Giyanto menuturkan, selama ini jalan tersebut rusak cukup parah. Kondisi itu membuat warga geram sehingga menanaminya denganpisang. ”Mungkin sebagai tanda kalau jalan itu berlubang. Soalnya, kalau malam nggak terlihat,’’ ujar dia.



Selain menjadi tanda, menurut Giyanto, pohon pisang tersebut ditanam sebagai bentuk protes warga agar jalan tersebut segera diperbaiki. Hingga sore, dua pohon yang berada di tengah jalan itu masih tertancap. ”Kalau tidak segera diperbaiki, mungkin tidak akan dicabut. Kasihan yang lewat kalau tidak dikasih tanda. Sudah banyak korban yang jatuh di sini,” terangnya.



Meski warga memberikan tanda, pengendara roda empat sedikit terganggu. ”Tahu-tahu ketika lewat ada pohon di tengah jalan,’’ sahut Eryani, 55, sopir truk dari arah Surabaya menuju Tulungagung.



Tak berhenti di Jalan Basuki Rahmat, kondisi jalan nasional yang mengarah ke Bandarkedungmulyo atau Kertosono, Kabupaten Nganjuk, juga hampir sama. Hanya, masih bisa ditemukan kondisi jalan yang mulus.



Giliran dari arah Bandarkedungmulyo menuju Jombang, tepatnya di Jalan Raya Nurcholish Madjid (Tunggorono), jalan sudah tidak lagi rata. Aspal mengelupas hingga membentuk kubangan. Tepat didepan salah satu pabrik kayu, kondisi jalan bergelombang.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore