Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 19.26 WIB

KPK Kembali Periksa Terduga Perantara Suap Pejabat Bakamla

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi. Fahmi akan kembali diperiksa dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016.

"Fahmi Habsyi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESH (Eko Susilo Hadi)" kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (24/1).

Ini merupakan pemeriksaan ketiga Fahmi Habsyi dalam kasus suap ke pejabat Bakamla Eko Susilo Hadi. Fahmi telah diperiksa pada 5 Januari dan 18 Januari 2017. Diduga, Fahmi akan dikonfirmasi soal dugaan adanya perantara dalam suap yang menjerat suami artis Inneke Koesherawati, Dirut PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah sebagai tersangka pemberi suap.

Sebelumnya, Pegawai PT Melati Technofo Indonesia (MTI), Muhammad Adami Okta mengaku mengenal politikus Partai PDI Perjuangan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi yang disebut-sebut sebagai perantara suap kepada pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi.

"Kenal (Fahmi Habsyi)," kata Adami singkat usai diperiksa di gedung KPK beberapa waktu lalu.

Salah satu tersangka pemberi suap itu pun mengakui Fahmi Habsyi yang juga Direktur Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti sebagai penghubung antara pihaknya dengan pejabat Bakamla untuk mendapatkan proyek senilai Rp 220 miliar itu.
Meski demikian, Adami enggan menyebut nama pejabat Bakamla yang 'dijual' Fahmi Habsyi. Mengenai hal ini, Adami menutup rapat mulutnya. "Iya (Fahmi Habsyi jadi penghubung)," ujar Adami.

Nama Fahmi Habsyi belakangan disebut-sebut sebagai penghubung suap antara Direktur Utama PT Merial Esa (ME), Fahmi Dharmawansyah dengan Eko Susilo Hadi. Peran Fahmi Habsyi sebagai penghubung ini diungkapkan pengacara Fahmi Dharmawansyah, Maqdir Ismail

"Yah salah satu (penghubungnya) yang disebut itu pak Fahmi Al Habsyi itu," ungkap Maqdir beberapa waktu lalu.

Maqdir mengklaim kliennya tidak pernah berhubungan dengan pejabat Bakamla untuk menggarap proyek satelit monitoring. Suami artis Inneke Koesherawati itu justru lebih banyak berhubungan dengan Fahmi Habsyi yang juga Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti). Hal ini lantaran Fahmi Habsyi memiliki koneksi dengan sejumlah pejabat di Bakamla.

"Pak Fahmi hampir tidak pernah berhubungan dengan orang-orang di Bakamla dia lebih banyak berhubungan dengan Fahmi Al Habsyi ini," kata Maqdir.

Maqdir mengatakan, Fahmi Habsyi berbeda perusahaan dengan kliennya. Namun, Maqdir enggan membeberkan lebih jauh mengenai kapasitas dan peran Fahmi Habsyi dalam kasus yang menjerat kliennya. Maqdir meminta awak media untuk mengonfirmasi mengenai hal ini ke penyidik KPK. "Lebih baik tanya penyidik deh yah," katanya.

Fahmi Habsyi setidaknya telah dua kali dipanggil penyidik KPK untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek satelit monitor di Bakamla.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengakui, pemeriksaan ini dilakukan lantaran Fahmi Habsyi memiliki koneksi dengan sejumlah pejabat Bakamla.

"Diduga punya relasi dengan pejabat bakamla sehingga dibutuhkan keterangannya," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/1).

Meski demikian, Febri masih enggan menyebut Fahmi Habsyi sebagai pihak yang mengatur suap ini. Menurut dia, KPK masih mendalami peran Fahmi Habsyi dan hubungannya dengan Fahmi Dharmawansyah. "Akan ditelusuri pihak-pihak yang berbeda yang punya kaitan," katanya. (Put/jpg)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore