
Ilustrasi
JawaPos.com- Pelajar celaka lagi, tewas lagi. Belum sepekan Rifka Oktavia Kholidia, 17, siswa SMAN 1 Gresik meninggal akibat terlindas truk tangki di kawasan GKB. Senin (23/1) siswa SMA Yasmu Manyar bernama Moch. Fathur Rozi kehilangan nyawa setelah dilindas truk di Jalan Desa Pongangan, Manyar.
Informasinya, sekitar pukul 12.00 jam belajar di SMA Yayasan Muslimin Muslimat (Yasmu), Jalan Kyai Sahlan, Manyar, selesai. Ozi –sapaan Moch. Fathur Rozi– pulang ke rumahnya di Desa Dahanrejo, Kebomas. Pemuda pendiam itu mengendarai motor Yamaha Jupiter bernopol W 3679 LJ. Ozi melewati simpang tiga Tenger menuju Desa Pongangan.
Jalan kabupaten itu terbilang sempit. Namun, arus kendaraan di lokasi tersebut begitu padat. Memasuki Jalan Desa Pongangan, Ozi berusaha mendahului sebuah pikap. Kendaraan bernopol W 9296 F itu disopiri Rudi Hartono, 25.
Saksi mengatakan, remaja 17 tahun tersebut terlalu mepet dengan pikap. Setir motornya lantas bersenggolan dengan bodi kanan pikap. Pemuda asal Karangbinangun, Lamongan, itu pun kehilangan keseimbangan.
Motornya terguling ke kanan. Nah, pada waktu bersamaan melaju truk tangki air bernopol W 8404 M dari arah berlawanan. Jaraknya sudah dekat. Pengemudi truk tangki air, Iwan Dwi Septyanto, 18, warga Jalan Gubernur Suryo, Gresik, tidak sempat mengerem.
Truk besarnya ’’menggilas’’ motor pelajar yang belum punya surat izin mengemudi (SIM) itu. Tubuh korban pun masuk kolong truk. Sekujur tubuh Ozi terluka. ’’Saat dievakuasi masih hidup. Dia kejang-kejang,’’ kata Rahmat, seorang saksi.
Ozi lalu dinaikkan pikap dan dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Dia dimasukkan ke ruang merah (kondisi gawat) IRD RSUD Ibnu Sina. Tuhan berkehendak lain. Upaya dokter tidak mampu menyelamatkan nyawa Ozi.
Ketika korban menjalani perawatan intensif, delapan temannya menunggu di teras rumah sakit. Mereka masih mengenakan seragam batik. ’’Nak, Ozi meninggal,’’ ujar seorang perempuan tua kepada delapan remaja itu. Suasana pun langsung hening. Sebagian mengusap mata. Sedih. Mereka tidak menyangka Ozi yang dikenal sebagai remaja sangat baik itu meninggal secara tragis.
’’Ya Allah, Ozi meninggal,’’ ucap Syaifuddin, teman sekelas Ozi, di teras IRD RSUD Ibnu Sina. Mata remaja berusia 17 tahun itu pun langsung sembap. Wajahnya memerah seperti menahan tangis. Tujuh teman Ozi yang lain tertunduk menahan tangis. ’’Dia itu teman baik kami. Sangat menurut sama orang tua dan guru,’’ tambah siswa kelas XI tersebut. Dia mendapat kabar dari teman lain bahwa Ozi mengalami kecelakaan.
Kanit Laka Iptu Supriyono yang mewakili Kasatlantas Polres Gresik AKP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan masih memeriksa saksi-saksi maupun sopir truk tangki air secara intens. ’’Pengemudi truk masih kami mintai keterangan. Sementara masih berstatus saksi,’’ papar Supriyono. (yad/c15/roz)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
