Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 16.15 WIB

Detik-detik Mencekam Saat Pendekar Cilik Tewas di Tangan Ketiga Pelatihnya

TINJU MAUT: Tersangka Khoirudin memperagakan memukul korban Wisnu dalam rekonstruksi di halaman Mapolres Kediri Kota kemarin. - Image

TINJU MAUT: Tersangka Khoirudin memperagakan memukul korban Wisnu dalam rekonstruksi di halaman Mapolres Kediri Kota kemarin.

JawaPos.com - Polres Kediri melakukan reka ulang (rekonstruksi) kasus tewasnya murid silat saat berlatih. Dia adalah Viko Sandi Pratama, 15, pelajar asal Dusun Nglaban, Desa Maron, Kecamatan Banyakan. Anggota Reskrim Polres Kediri Kota kemarin siang (23/1) merekonstruksi sekitar 14 adegan.



Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri, rekonstruksi dilakukan di tempat parkir Mapolres Kediri Kota. Jaksa Lestari dan Rini Puspitosari, kuasa hukum ketiga tersangka, ikut mendampingi. Rekonstruksi dilakukan seolah-olah di tempat kejadian perkara (TKP) sebenarnya. Yakni, di depan rumah salah seorang tersangka Khoirudin, 27, di Desa Sendang, Kecamatan Banyakan. 



"Kami tidak merekonstruksi di TKP karena mempertimbangkan keselamatan tersangka," terang Kasubbaghumas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar.



Adegan pertama dilakukan Ageng Hartono, 18, pelatih sekaligus tetangga Khoirudin. Terlihat dalam latihan itu, Viko yang diperankan Teguh, anggota staf reskrim, sedang melakukan kuda-kuda dan bersiap menerima pukulan dari pelatih. Saat posisi kuda-kuda tersebut, Tono langsung menendang Viko tepat di dadanya. 



Bukan hanya Viko, pelatih tersebut juga menendang murid lain, Wisnu Permana Putra (korban 3), kemudian memukul tengkuk Ika Ervina Nur Anisa (korban 2) dengan tangan kosong. Kedua teman Viko yang juga korban diperagakan sendiri. "Setelah Tono melakukan tendangan dan pukulan, ganti pelatih Pakeh yang melakukan pukulan selanjutnya," ujar polisi berpangkat tiga balok di pundak tersebut.



Dalam rekonstruksi itu, tersangka dengan nama lengkap Mas Agus Hasanudin Pakeh, 28, warga Dusun Ringinrejo, Desa/Kecamatan Grogol, itu hanya melakukan satu pukulan tepat di perut Viko. Selanjutnya, Khoirudin memukul murid lainnya. Bermula meninju dada Mohammad Adrian Devantara (korban 4), tersangka kemudian meninju dada Wisnu. Tak hanya meninju dua murid itu. Koirudin juga meninju dada Viko. "Saat adegan 7 itulah, tersangka meninju Viko. Awalnya masih bisa ditahan," terang polisi asal Kecamatan Badas itu.



Namun, tepat pada adegan 8 saat Khoirudin menendang perut Viko, tubuh korban tak bisa menahannya hingga terkapar di tanah. Dalam adegan berikutnya, Viko terkapar dan sesak napas. Ika sempat melumuri minyak angin ke perut Viko untuk menyadarkannya sebelum dibawa ke rumah sakit. Anwar menambahkan, 14 adegan rekonstruksi tersebut sama dengan BAP yang disusun sebelumnya. "Rekonstruksi dan BAP sinkron," terang Anwar.



Sebagaimana diketahui, insiden latihan bela diri yang berujung maut tersebut terjadi pada Rabu malam (4/1). Berangkat dari rumah sekitar pukul 18.00, Viko langsung mengikuti latihan rutin di depan rumah Khoirudin. Setiba di rumah tersangka, latihan dimulai dengan pemanasan hingga kuda-kuda untuk menerima pukulan. 




Namun, saat pukulan ketiga guru itu mengenai tubuh Viko secara bergantian, dia pun tersungkur di tanah dan merasakan sesak napas. Viko dibawa para pelatih ke RS Muhammadiyah Kota Kediri. Nahas, sekitar pukul 22.00 korban menghembuskan napas terakhir. (fiz/c21/end) 


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore