
Ilustrasi
JawaPos.com - Bertemu dengan kawan lama, KF (18) seorang siswi kelas 1 SMK nyaris menjadi korban human trafficking (penjualan manusia). Beruntung korban dapat melarikan diri dan dijemput kekasihnya, sehingga bisa melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Kawan lama KF itu itu berinisial VI (18), anak putus sekolah.
Kejadian tragis itu bermula dari korban yang merupakan warga Pasar 4, Kecamatan Medan Marelan, Kota Menda, Sumut itu berjumpa dengan VI. Antara KF dan VI sudah beberapa tahun tidak bertemu. Pada Rabu (18/1) malam, VI mengajak korban untuk menginap di rumahnya.
Tak curiga, korban mengamini permintaan pelaku. Semalaman di rumah, ternyata pelaku punya niat buruk. Ternyata VI telah mempromosikan korban melalui BBM dengan harga Rp 2 juta. "Saya waktu di rumahnya, teman saya itu mau jual saya. Ditulis melalui bbm ada barang baru dan bagus masih pemain baru. Saya pun ketakutan. Tapi saya tak bisa lepas dari dia (Vi)," kata KF yang dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Selasa (24/1).
Singkat cerita, Kamis (19/1) malam, VI mengajak korban untuk pergi ke salah satu hiburan malam. Di lokasi itu, korban disuruh menunggu. Lantas korban diberikan uang Rp 500 ribu sebagai tanda jadi oleh VI. Karena takut akan ditiduri pria hidung belang, korban pun diam-diam pergi meninggalkan hiburan malam tersebut dengan menumpang becak ke arah Marelan.
"Malam itu, aku disuruh nunggu, karena kawan aku itu sudah terima uang. Jadi aku dikasi uang Rp 500 ribu sebagai tanda jadi dari uang Rp 2 juta yang sudah diterima kawan aku. Pas kawan aku ke dalam, aku langsung lari," cerita KF.
Setelah pergi menumpang becak, korban menelpon pacarnya untuk djemput di kawasan Pasar 6, Labuhan Deli. Malam itu, korban dijemput Fauzan dan dibawa ke salah satu warnet. "Pacar aku kerja di warnet, jadi malam itu aku dijemput orang tua. Dikira orang tua aku, aku dibawa lari pacar aku. Makanya kami buat laporan, aku bilang sama orang tua aku, aku mau dijual," jelas siswi kelas 1 SMK ini.
Lantas, orang tua korban membawanya ke Polsek Medan Labuhan. "Aku sama pacar aku belum ada buat yang aneh-aneh. Makanya aku siap ke kantor polisi," kata anak nomor 3 dari 4 bersaudara ini.
Itu dibenarkan orang tua korban. Herlina mengatakan, sebelumnya mereka sempat curiga dengan pacar anaknya. Herlina menduga pacar anaknya itu telah merusak masa depan KF. "Anak saya baru 5 hari kenal sama pacarnya itu, mereka belum ada buat yang lain - lain. Si pelaku yang mau jual anak saya itu kami laporkan, karena infonya banyak yang jadi korban," kata ibu anak 4 ini.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Ponijo mengaku masih mengecek laporan korban. "Kita masih lihat dulu duduk perkaranya, apakah pelaku terbukti melakukan perbuatannya," jelas Ponijo. (fac/ala/iil/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
