Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 15.06 WIB

Kisah Siswi SMK Jadi Korban Human Trafficking yang Dibanderol Rp 2 Juta

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Bertemu dengan kawan lama, KF (18) seorang siswi kelas 1 SMK nyaris menjadi korban human trafficking (penjualan manusia). Beruntung korban dapat melarikan diri dan dijemput kekasihnya, sehingga bisa melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Kawan lama KF itu itu berinisial VI (18), anak putus sekolah.


Kejadian tragis itu bermula dari korban yang merupakan warga Pasar 4, Kecamatan Medan Marelan, Kota Menda, Sumut itu  berjumpa dengan VI. Antara KF dan VI sudah beberapa tahun tidak bertemu. Pada Rabu (18/1) malam, VI mengajak korban untuk menginap di rumahnya.


Tak curiga, korban mengamini permintaan pelaku. Semalaman di rumah, ternyata pelaku punya niat buruk. Ternyata VI telah mempromosikan korban melalui BBM dengan harga Rp 2 juta. "Saya waktu di rumahnya, teman saya itu mau jual saya. Ditulis melalui bbm ada barang baru dan bagus masih pemain baru. Saya pun ketakutan. Tapi saya tak bisa lepas dari dia (Vi)," kata KF yang dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Selasa (24/1).


Singkat cerita, Kamis (19/1) malam, VI mengajak korban untuk pergi ke salah satu hiburan malam. Di lokasi itu, korban disuruh menunggu. Lantas korban diberikan uang Rp 500 ribu sebagai tanda jadi oleh VI.  Karena takut akan ditiduri pria hidung belang, korban pun diam-diam pergi meninggalkan hiburan malam tersebut dengan menumpang becak ke arah Marelan.


"Malam itu, aku disuruh nunggu, karena kawan aku itu sudah terima uang. Jadi aku dikasi uang Rp 500 ribu sebagai tanda jadi dari uang Rp 2 juta yang sudah diterima kawan aku. Pas kawan aku ke dalam, aku langsung lari," cerita KF.


Setelah pergi menumpang becak, korban menelpon pacarnya untuk djemput di kawasan Pasar 6, Labuhan Deli. Malam itu, korban dijemput Fauzan dan dibawa ke salah satu warnet. "Pacar aku kerja di warnet, jadi malam itu aku dijemput orang tua. Dikira orang tua aku, aku dibawa lari pacar aku. Makanya kami buat laporan, aku bilang sama orang tua aku, aku mau dijual," jelas siswi kelas 1 SMK ini.


Lantas, orang tua korban membawanya ke Polsek Medan Labuhan. "Aku sama pacar aku belum ada buat yang aneh-aneh. Makanya aku siap ke kantor polisi," kata anak nomor 3 dari 4 bersaudara ini.


Itu dibenarkan orang tua korban. Herlina mengatakan, sebelumnya mereka sempat curiga dengan pacar anaknya. Herlina menduga pacar anaknya itu telah merusak masa depan KF.  "Anak saya baru 5 hari kenal sama pacarnya itu, mereka belum ada buat yang lain - lain. Si pelaku yang mau jual anak saya itu kami laporkan, karena infonya banyak yang jadi korban," kata ibu anak 4 ini.


Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Ponijo mengaku masih mengecek laporan korban. "Kita masih lihat dulu duduk perkaranya, apakah pelaku terbukti melakukan perbuatannya," jelas Ponijo. (fac/ala/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore