
TRUK MAUT: Truk fuso warna merah ber-Nopol L 8067 DC nyungsep di halaman TMP Suropati, Kota Batu, kemarin.
JawaPos.com – Ibu guru dan gadis kecilnya tewas mengenaskan ditubruk truk fuso, pukul 13.30, Senin (23/1). Dalam peristiwa yang terjadi di pertigaan Jalan Suropati–Jalan Abdul Gani, Kota Batu, atau di depan Taman Makam Pahlawan Suropati, itu menewaskan Linda Amartha, 34, warga Jalan Abdul Gani 4, Ngaglik, Kota Batu, dan anak gadisnya, Kinan Arwinda, 8. Linda yang juga guru SDN Ngaglik 3 itu tewas saat dirawat di Rumah Sakit Karsa Husada, Kota Batu. Sedangkan Kinan, siswi kelas 4 SDN Ngaglik 1, tewas saat dirawat ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Selain dua korban tewas, ada dua korban lainnya yang luka berat, yaitu Novalia, 27, penjual pecel, warga asal Jalan Letjen Sutoyo, Gang V/5, Kota Malang. Dia mengalami luka pada kepala, leher, patah tulang tangan kanan, dan luka pada kaki sebelah kiri. Korban luka berikutnya adalah Siti Munawaroh, 46, penjual kopi yang tinggal di Jalan Darsono, Kota Batu, mengalami luka patah tulang kaki kiri, patah tulang terbuka pada pinggul kiri, dan patah tulang pada jari kanan.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Batu, truk ber-Nopol L 8067 DC yang dikendarai Pujianto, 55, warga Desa Janti Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, mengalami rem blong saat menurun di Jalan Abdul Gani. Lalu, menabrak Linda yang saat itu menuju rumah setelah menjemput Kinan pulang sekolah di SDN Ngaglik 1.
Setelah itu, truk menabrak Siti Munawaroh penjual kopi dan menabrak Novalia, penjual pecel yang mangkal di depan TMP Suropati. Tak berhenti di situ, truk tetap melaju dan menabrak pagar TMP hingga jebol. Truk baru berhenti ketika terperosok di halaman TMP.
Menurut saksi mata, Didik Wahyudi, saat itu Linda dan Kinan mengalami luka berat. Ketika diangkat, kondisi Linda sudah tak sadarkan diri. ”Kalau Kinan, masih sempat nangis. Kepala depannya luka parah,” papar penjual bakso yang berjualan tak jauh dari lokasi kejadian.
Didik menambahkan, kondisi Siti patah tulang di bagian kaki kiri. Sedangkan, Novalia mengalami luka ringan. Sementara itu, sopir truk, Pujianto, terlihat shock dengan kejadian tersebut. ”Di sepanjang jalan gak ada masalah. Truk seperti biasa. Enak dikendalikan,” jelasnya Senin (23/1).
Pujianto mengaku, saat itu hendak menuju Gedung Wastra Indah di Jalan Diponegoro dari Kusuma Agrowisata Batu. Namun, sampai di Jalan Abdul Gani yang menurun, dia hendak mengerem. Namun, tidak berfungsi. ”Sudah saya coba tarik hand rem, tapi tidak bisa. Saya panik sehingga truk saya matikan, lalu saat dihidupkan lagi, tidak berfungsi,” kenang Pujianto.
Alhasil, dia mencoba menghindari banyak kendaraan agar tidak memakan korban. Namun, nasib berkata lain. Empat orang tak luput dari kejadian tragis ini. Bahkan, dua di antaranya tewas. ”Saya sampai teriak minggir… minggir… Allahu Akbar… Allahu Akbar…,” pungkas Pujianto. (zya/c3/lid)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
