
ilustrasi
JawaPos.com – Tiga orang warga Lawang yang dideportasi pemerintah Turki dipulangkan ke Kabupaten Malang, Senin (23/1). Mereka dijadwalkan akan mendapatkan pembinaan di Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Loka Bina Karya Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
Sebelum mendapatkan pembinaan, ketiga warga yang diduga termasuk dalam jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) itu sempat diamankan di Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta. Menurut pantauan Jawa Pos Radar Malang hingga pukul 16.00 kemarin, ketiga warga tersebut masih belum tiba di UPTD Loka Bina Karya.
Nantinya, di dalam gedung berkapasitas 40 orang dengan hanya dua pegawai itu, mereka akan ditampung selama beberapa hari sebelum dikembalikan ke kediamannya. Mereka adalah IAO, 29, MBM, 10 dan SAA, 4. Ketiganya merupakan warga Jalan Dorowati Barat RT 01 RW 01 Kelurahan Mulyoarjo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.
Ketiga orang tersebut sebelumnya diamankan oleh tim Densus 88 saat baru saja tiba di Bandara Soekarno Hatta. Kedatangan mereka di bandara yang berlokasi di Tangerang, Banten itu setelah dideportasi oleh Pemerintah Turki.
Dikabarkan ketiganya berangkat ke Syiria karena ingin bertemu dengan ARA, 32, yang merupakan suami dari IAO serta ayah dari MBM dan SAA. Diketahui ARA sebelumnya lebih dahulu berangkat ke Syiria.
Kepala UPTD Loka Bina Karya Dinsos Kabupaten Malang Suliyono mengatakan selama di penampungan, para terduga jaringan ISIS ini akan dibekali penyuluhan agama dan wawasan kebangsaan yang melibatkan Majelis Ulama Indonesia serta aparat TNI dan Polri. Lembaga Konseling Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinsos Kabupaten Malang pun dilibatkan untuk menangani masalah psikologis mereka.
“Kami belum memikirkan skenario pemulangan mereka. Yang kami pikirkan lebih dulu adalah soal pembinaan sebelum dikembalikan ke masyarakat. Biasanya empat hari, tapi nggak tau kayaknya bisa lama juga,” ujar warga Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ini saat ditemui di kantornya..
Suliyono mengaku pagi hari mendapatkan kabar dari pihak Polres Malang apabila pihaknya akan kedatangan warga Lawang yang perlu pembinaan. Sehingga, ia segera menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. “Habis apel pagi tadi saya dikabari kalau ada tamu yang akan datang. Pas sudah dikasih tau saya langsung bersih-bersih asrama, kamar mandi, kasur juga sudah saya kasi sprei,” ujar pria yang menjabat Kepala UPTD sejak 2009 itu.
Meski belum memikirkan cara memulangkan warga ke daerahnya, terutama untuk mengantisipasi penolakan masyarakat dengan kembalinya warga tersebut, Suliyono memastikan Pemerintah Kabupaten Malang menjamin semua kebutuhan hidup mereka dan juga memberdayakan perekonomian mereka.
“Kalau soal organisasinya (ISIS) bukan ranah saya, Saya hanya menangani masalah sosialnya saja salah satunya dengan memberikan keterampilan. Karena bila ditampung disini berarti perlu pembinaan soal keterlantarannya,” jelas mantan Kasi Sumbangan Sosial Dinsos Kabupaten Malang itu.
Membina masyarakat yang terlantar bukan tugas pertama yang dilakukan Suliyono. Sebelumnya pada 25 Januari 2016 lalu, UPTD Loka Bina Karya Dinsos Kabupaten Malang juga menampung sebanyak 17 bekas anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Mereka dipindahkan dari Asrama Transito di Surabaya dan ditampung selama tiga hari. (viq/riq)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
