Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 13.00 WIB

Dipulangkan, Tiga Warga Lawang Diduga Bergabung ISIS

ilustrasi - Image

ilustrasi

JawaPos.com – Tiga orang warga Lawang yang dideportasi pemerintah Turki dipulangkan ke Kabupaten Malang, Senin (23/1). Mereka dijadwalkan akan mendapatkan pembinaan di Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Loka Bina Karya Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.


Sebelum mendapatkan pembinaan, ketiga warga yang diduga termasuk dalam jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) itu sempat diamankan di Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta. Menurut pantauan Jawa Pos Radar Malang hingga pukul 16.00 kemarin, ketiga warga tersebut masih belum tiba di UPTD Loka Bina Karya.


Nantinya, di dalam gedung berkapasitas 40 orang dengan hanya dua pegawai itu, mereka akan ditampung selama beberapa hari sebelum dikembalikan ke kediamannya. Mereka adalah IAO, 29, MBM, 10 dan SAA, 4. Ketiganya merupakan warga Jalan Dorowati Barat RT 01 RW 01 Kelurahan Mulyoarjo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.


Ketiga orang tersebut sebelumnya diamankan oleh tim Densus 88 saat baru saja tiba di Bandara Soekarno Hatta. Kedatangan mereka di bandara yang berlokasi di Tangerang, Banten itu setelah dideportasi oleh Pemerintah Turki.


Dikabarkan ketiganya berangkat ke Syiria karena ingin bertemu dengan ARA, 32, yang merupakan suami dari IAO serta ayah dari MBM dan SAA. Diketahui ARA sebelumnya lebih dahulu berangkat ke Syiria.


Kepala UPTD Loka Bina Karya Dinsos Kabupaten Malang Suliyono mengatakan selama di penampungan, para terduga jaringan ISIS ini akan dibekali penyuluhan agama dan wawasan kebangsaan yang melibatkan Majelis Ulama Indonesia serta aparat TNI dan Polri. Lembaga Konseling Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinsos Kabupaten Malang pun dilibatkan untuk menangani masalah psikologis mereka.


“Kami belum memikirkan skenario pemulangan mereka. Yang kami pikirkan lebih dulu adalah soal pembinaan sebelum dikembalikan ke masyarakat. Biasanya empat hari, tapi nggak tau kayaknya bisa lama juga,” ujar warga Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ini saat ditemui di kantornya..


Suliyono mengaku pagi hari mendapatkan kabar dari pihak Polres Malang apabila pihaknya akan kedatangan warga Lawang yang perlu pembinaan. Sehingga, ia segera menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. “Habis apel pagi tadi saya dikabari kalau ada tamu yang akan datang. Pas sudah dikasih tau saya langsung bersih-bersih asrama, kamar mandi, kasur juga sudah saya kasi sprei,” ujar pria yang menjabat Kepala UPTD sejak 2009 itu.


Meski belum memikirkan cara memulangkan warga ke daerahnya, terutama untuk mengantisipasi penolakan masyarakat dengan kembalinya warga tersebut, Suliyono memastikan Pemerintah Kabupaten Malang menjamin semua kebutuhan hidup mereka dan juga memberdayakan perekonomian mereka.


“Kalau soal organisasinya (ISIS) bukan ranah saya, Saya hanya menangani masalah sosialnya saja salah satunya dengan memberikan keterampilan. Karena bila ditampung disini berarti perlu pembinaan soal keterlantarannya,” jelas mantan Kasi Sumbangan Sosial Dinsos Kabupaten Malang itu.


Membina masyarakat yang terlantar bukan tugas pertama yang dilakukan Suliyono. Sebelumnya pada 25 Januari 2016 lalu, UPTD Loka Bina Karya Dinsos Kabupaten Malang juga menampung sebanyak 17 bekas anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Mereka dipindahkan dari Asrama Transito di Surabaya dan ditampung selama tiga hari. (viq/riq)

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore