
Jenis-jenis Ruang Terbuka Hijau di Gresik
JawaPos.com – Kesadaran perusahaan dalam membangun ruang terbuka hijau (RTH) menjadi kunci penting. Namun, hingga saat ini, praktis hanya dua kawasan industri besar yang memberikan porsi cukup untuk kebutuhan RTH. Yakni, kawasan industri Semen Indonesia plus kawasan industri Petro-KIG. Dua wilayah itu menyumbang 135,4 hektare lahan hijau di antara total 717 hektare RTH di wilayah kota.
Industri-industri besar lain masih minim menyumbang RTH. Misalnya, sejumlah kawasan industri di Manyar. Sangat sedikit yang menyediakan lahan khusus untuk RTH. Jalan sepanjang akses industri belum memiliki area terbuka hijau.
”Sebenarnya kami berkali-kali menagih komitmen mereka. Tapi, realisasi perusahaan masih minim,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sumarno. Mengapa? Rata-rata perusahaan berdalih tidak memiliki lahan yang cukup. Selain itu, mereka beralasan lahan di luar area industri bukan milik mereka.
Di tengah minimnya sumbangan RTH, industri-industri tersebut malah lebih banyak menyumbang polusi. Jalan Raya Roomo–Manyar menjadi salah satu buktinya. Akses transportasi industri itu sangat minim tanaman. Panas. Debu-debu yang beterbangan menyiksa pengguna jalan. Sampai-sampai, warga yang resah memblokade jalan. Mereka membersihkan jalan dengan menyiram sepanjang jalan pada Sabtu (21/1).
’’Masih banyak perusahaan yang belum membangun RTH,’’ ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Tri Andhi Suprihartono Minggu (22/1). Dia enggan membeberkan nama-nama perusahaan tersebut. Namun, lanjut dia, minimnya RTH bisa diamati pada perusahaan-perusahaan di Kota Pudak.
Dia menaksir ada 30 persen di antara 402 perusahaan besar yang tercatat di BPS yang belum membangun RTH. Alasannya beragam. Selain biaya, problem kurangnya lahan menjadi alasan. ’’Jadi, yasekadarnya. Yang penting ada lahan hijau,’’ tuturnya.
Bapak dua anak itu menambahkan, saat ini banyak perusahaan yang berdiri di kawasan industri. Dia tidak membangun RTH, tapi nggandol di pusat bisnis.
Berbeda dengan sektor industri. Pengembang perumahan dinilai lebih disiplin. Pengusaha properti tertib menyediakan RTH yang biasanya masuk paket fasum (fasilitas umum). Luas dan bentuknya bervariasi.
’’Ada yang biasa. Ada juga yang dibuat menarik,’’ ungkap anggota Pengurus Bidang Perumahan Menengah dan Besar DPD Realestat Indonesia (REI) Jatim Achmad Z. Arief. Padahal, membangun RTH perumahan memang tak gampang. Problemnya adalah biaya.
Padahal, lanjut dia, RTH memiliki banyak fungsi. Yang paling penting adalah menyediakan oksigen. RTH bisa digunakan sebagai senjata marketing. Ruang hijau yang menarik bakal menjadi pertimbangan konsumen.
Contoh RTH yang mencolok di Kota Pudak dapat ditemui di Perumahan GKB dan Pondok Permata Suci (PPS). Pengembang getol mengembangkan RTH. Ada Taman Edukasi di kompleks PPS. Awalnya, lahan itu berupa RTH. Sekarang pengembang menjadikannya sebagai taman untuk pendidikan. Di sana, dibangun beberapa mainan anak. (hen/ris/c16/roz/sep/JPG)

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
