
Dragan Djukanovic punya cara jitu mempererat kedekatan antarpemain PBFC.
JawaPos.com - Pada akhir pekan pertama sejak kembali meramu skuad Pusamania Borneo FC (PBFC) pada 17 Januari dijadikan hari untuk lebih merekatkan hubungan antarpemain. Seluruh skuad tim berjuluk Pesut Etam itu mendapat traktiran dari pelatih Dragan Djukanovic.
Bertempat di salah satu mal di Kota Tepian, seluruh pemain klub kebanggaan masyarakat Samarinda itu berkumpul. Mulai pemain yang sangat familiar dengan pelatih berpaspor Montenegro itu hingga pemain yang merasa canggung turut berkumpul. “Ini cara kami agar tim jadi semakin solid,” ucap Dragan.
Cara tersebut diyakini pelatih 47 tahun itu dapat memangkas proses adaptasi antarpemain. Diharapkan, penggawa yang dipertahankan dan pemain yang baru direkrut berseragam oranye dapat membina hubungan dengan baik. Sebab, demi menggenggam target juara Liga 1 musim 2017 memerlukan kerja sama antarpemain.
“Ya, kunci dalam permainan sepak bola adalah kerja sama tim. Meski mereka memiliki skill bagus bila tidak mampu bekerja sama dengan baik tentu percuma. Namun, bila tim solid, tentu mereka tampil dengan baik sesuai dengan harapan,” sambungnya.
Dragan pun tidak ingin antarpemain junior yang baru mendapat promosi ke senior merasa canggung ketika di lapangan karena berhadapan dengan Sultan Samma cs. Akhirnya, tidak mampu tampil maksimal dalam pertandingan. “Menghormati senior memang perilaku baik, tapi bukan berarti junior harus membatasi diri,” imbuhnya.
Dragan juga membeberkan, kegiatan serupa juga sering dilakukan saat berkompetisi pada laga bertajuk Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. “Ketika pemain merayakan hari lahir, mereka mengadakan jamuan untuk pemain lain,” tutupnya.
Di sisi lain, kapten tim Ponaryo Astaman pun mengharapkan, kegiatan makan-makan yang dimotori pelatih kepala dapat menambah suasana akrab. Meski diakui pemain 37 tahun itu, hubungan antarpemain sudah terjalin baik sejak menjalani latihan perdana mereka di Segiri. “Terlepas dari itu semua, tentu pelatih menghendaki secara permainan harus semakin baik dan agresif,” terangnya.
Dari kacamata Popon, sapaan akrab Ponaryo Astaman, sejauh ini penampilan pemain muda eks PBFC U-21 cukup menjanjikan. “Meski mungkin mereka sempat waswas karena merasa segan dengan para senior. Namun, saya yakin keadaan itu akan hilang berangsur-angsur seiring berjalannya waktu,” tutupnya. (*/asp/bby/k11/ira/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
