Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 04.34 WIB

Kiprah Mantan Manajer Petrokimia Putra Sasono Handito, Dirut Petrokopindo yang Tetap Gandrung Olahraga

”GILA” OLAHRAGA: Dirut Petrokopindo Sa- sono Handito menyaksikan tim bola voli Gresik Petrokimia yang berlatih di GOR Tridharma. - Image

”GILA” OLAHRAGA: Dirut Petrokopindo Sa- sono Handito menyaksikan tim bola voli Gresik Petrokimia yang berlatih di GOR Tridharma.

Pucuk pimpinan PT Petrokopindo ini tidak kuasa melepas cintanya pada olahraga. Sebagai mantan kiper andalan kesebelasan Petrokimia Putra, Sasono Handito rajin berburu calon atlet. Dia juga tetap ”gila” olahraga.



HUSNUL CAHYADI



MATA Sasono Handito seakan tidak berkedip. Dia mengamati pemain Gresik Petrokimia yang berlatih di GOR Tridharma Petrokimia pada Kamis sore (19/1). Sambil memegang bola voli, bapak tiga anak itu menancapkan keyakinan: tim proliga Petrokimia pasti menembus final. Juara atau runner-up.


”Proliga tahun lalu, Gresik Petrokimia meraih juara tiga,” ujar lelaki 53 tahun yang juga manajer Gresik Petrokimia tersebut.


Sehari-hari, suami Asti Widiyawati, itu ”menakhodai” PT Petrokopindo sebagai Dirut. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang usaha angkutan dan alat berat. Di samping tugasnya sebagai pimpinan perusahaan, dua tahun belakangan Sasono banyak menghabiskan waktu untuk memoles tim voli putri Gresik Petrokimia.


”Olahraga voli ternyata menyenangkan. Apalagi, image perusahaan jadi positif,” kata mantan manajer human resources development (HRD) PT Petrokimia Gresik itu.


Nama Sasono pernah begitu tersohor pada era 2000-an. Dia adalah kiper andalan Petrokimia Putra, klub sepak bola papan atas di Liga Indonesia. Kini dia sangat suka mencari anak-anak muda yang punya bakat main bola dan voli. Hobinya blusukan di luar jam kantor.


”Senang memakai arek enom dari kampung,” ucapnya. Sasono ingat bagaimana dirinya blusukan untuk mencari bakat muda sepak bola seperti Dian Agus Prasetyo asal Ponorogo, M. Ilham dari Batam, dan Purwaka Yudi dari Palembang. Mereka waktu itu berusia belasan tahun. Sasono mendatangi orang tua mereka untuk memboyong anak-anak berbakat tersebut ke Gresik. ”Saya datangi satu per satu orang tua mereka. Izin ortu (orang tua, Red) wajib,” tegasnya, lalu tersenyum.


Di Gresik Petrokimia, Sasono mencari pemain-pemain muda. Di antaranya, Rosa, Ane, Mega, dan Tesa. Mereka adalah pemain voli muda Gresik Petrokimia. Meski begitu, mereka berasal dari luar Kota Gresik. ”Bahkan, meski sekarang baru kelas XI, Tesa bisa berlaga di Proliga,” tegasnya.


Tiga pemain lain, Rosa, Ane, dan Mega, tidak diboyong ke Proliga lebih dulu karena menyelesaikan sekolah. ”Lantaran mendekati ujian nasional, orang tua ingin anaknya lulus SMA lebih dulu,” ucapnya. Pada saatnya, ketiganya siap tampil. ”Sudah ada MoU (nota kesepahaman) dengan orang tua mereka,” imbuhnya.


Di sela-sela semua kesibukan itu, Sasono masih mempertahankan kondisi fisik dan staminanya. Meski sudah 53 tahun, tubuhnya tetap prima. Geraknya masih trengginas.



Mengapa? Setiap pagi, dia menyempatkan diri untuk berlari mengelilingi kompleks GOR Petrokimia Gresik. Minimal lima kali putaran Stadion Petrokimia. Dia juga bermain bulu tangkis. ”Tapi, anehnya, berat badan sulit turun,” kata mantan Kabag Infokom Humas Petrokomia Gresik itu, lantas tertawa. (*/c16/roz/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore