
Nilai Ekspor 5 Tahun Terakhir Gresik
JawaPos.com – Dua fasilitas pelabuhan ekspor baru belum mampu mendongkrak perkembangan ekspor secara signifikan. Nilai pengiriman barang ke luar negeri hanya naik tipis.
Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik mencatat, angka ekspor pada 2015 mencapai USD 1,3 miliar. Nilainya naik tipis sepanjang 2016 menjadi USD 1,4 miliar. ”Pada 2017 ini, kami lebih menggenjot ekspor. Kami bakal mendorong industri menengah untuk berkembang,’’ papar Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono.
Menurut dia, saat ini ada 119 usaha yang masuk kategori menengah. Semua berpotensi ekspor. Sama dengan tahun sebelumnya, salah satu upaya diskoperindag ialah mengadakan pelatihan ekspor. Pelatihan tidak saja bertujuan mendorong perluasan pasar industri. Agus juga mencatat ketergantungan pengusaha akan bahan impor. ”Terutama furnitur dan rotan. Banyak yang mengambil dari luar daerah,” tambah Agus.
Diskoperindag ingin industri di Gresik lebih mandiri. Pengajar Unmuh Gresik itu menambahkan, diskoperindag tengah memetakan seberapa besar potensi dan perkembangan usaha sekaligus pelaku usahanya.
Gresik punya modal besar untuk menggenjot ekspor. Selain banyaknya pelabuhan, Kota Pudak mendapat kepercayaan dari pusat. Gresik merupakan salah satu daerah di Jatim yang diberi wewenang untuk menerbitkan surat keterangan asal (SKA) Indonesia sebagai syarat ekspor.
Namun, ternyata masih banyak perusahaan di Gresik yang mengirim barang lewat Surabaya. Hampir 90 persen perusahaan yang mencatatkan namanya di papan ekspor masih memanfaatkan Pelabuhan Tanjung Perak. Kondisi tersebut, antara lain, disebabkan masih kurangnya layanan di pelabuhan umum. Pelabuhan Gresik dan Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG) di JIIPE belum memiliki sarana peti kemas. Padahal, fasilitas tersebut penting untuk menunjang ekspor.
Pelayaran lebih banyak didominasi kegiatan perdagangan antarpulau. Yakni, pengiriman barang ke Sumatera dan Kalimantan. Sementara itu, ekspor hanya mengandalkan bahan plastik.
Direktur Utama PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Putut Sri Muljanto mengakui, saat ini memang belum ada perusahaan yang ekspor melalui TMPG. Namun, Putut mengaku optimistis perkembangannya akan pesat. Dia melihat kunjungan kapal asing semakin meningkat.
’’Sarana peti kemas memang penting. Kami sudah memikirkannya,’’ katanya. Putut belum bisa memastikan kapan sarana peti kemas dibangun. Pengadaan fasilitas bakal dibarengkan dengan berkembangnya kawasan industri di JIIPE. (hen/c7/roz/sep/JPG)

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
