
Blue Bird Taksi
JawaPos.com – Perkembangan teknologi saat ini mempengaruhi semua lini kehidupan salah satunya bisnis transportasi. Maraknya bisnis taksi online sempat menimbulkan protes dari taksi konvensional. Hal ini tentu mendorong setiap perusahaan taksi lebih meningkatkan inovasi dan daya saing.
Direktur PT Blue Bird, Tbk, Sigit Priawan Djokosoetono menjelaskan saat ini pihaknya terus berbenah dan mengevaluasi sistem yang ada. Salah satu langkahnya dengan meningkatkan teknologi seperti aplikasi My Blue Bird yang telah diluncurkan sejak awal tahun 2016.
“Itu memang Blue Bird terus berbenah, salah satu langkah yaitu meningkatkan teknologi. Kami yakin, menambah kemampuan teknologi saja tidak cukup memenangkan suatu persaingan,” katanya di sela-sela acara peluncuran kerjasama Blue Bird dan Mastercard di Senayan, Jakarta, Senin (23/1).
Sigit menambahkan cara lainnya yaitu tetap pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu akan berdampak positif pada pelayanan keseluruhan bagi penumpang.
“Dari pelayanan pengemudinya, dari kendaraannya, dari cara pemesanannya, dari jumlahnya, itu merupakan strategi Blue Bird untuk terus mempertahankan kualitas,” tegasnya.
Sigit menjelaskan setiap calon pengemudi tentu harus memenuhi syarat ketat dalam proses rekrutmen dan pelatihan. Pelayanan prima adalah yang paling utama. Selain itu, lanjutnya, kualitas personal sopir dan interior di dalam mobil juga harus dijaga kebersihannya.
“Tentu ada, untuk jadi pengemudi Blue Bird ada kualifikasi yang perlu dilewati. Tak hanya main daftar saja langsung mal jadi pengemudi. Harus ada training khusus, diseleksi,sehingga memberikan pelayanan yang prima. Percuma kalau naik taksi dan yang lain, tapi sopir taksinya enggak tahu jalan, atau pelayananannya jelek, dan pengemudinya merokok,” tukasnya.
Sigit menegaskan pemesanan berbasis aplikasi My Blue Bird saat ini terus berjalan baik. Kerjasama dengan pihak mal untuk menentukan titik lokasi taksi bagi pelanggan merupakan kegiatan bisnis reguler. Pihaknya tetap melihat kompensasi dan keuntungan untuk pelanggan.
“(Tambah mobil?) Kita lihat setiap pembelian kendaraan itu harus ada investasi, investasi harus ada perawatan, jadi kita memilih bukan tipe kendaraan saja, tapi juga dari sisi perawatan, kualitas dan sisi acceptance dari masyarakat,” tegasnya. (cr1/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
