
Komedian Kiwil bersama aparat kepolisian
JawaPos.com - Artis dan komedian Kiwil hadir di tengah-tengah massa aksi damai Front Pembela Islam (FPI). Dia juga ikut mengawal pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Sihab, di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (23/1).
Mengenakan kaos lengan panjang warna hitam, Kiwil naik ke atas mobil komando dan memberikan orasi-orasi pembelaan terhadap Rizieq. Dalam orasinya, Kiwil mengaku sangat kecewa dengan penegakan hukum yang ada di Indonesia. Apa yang dialami Rizieq saat ini adalah upaya kriminalisasi terhadap ulama.
"Kiwil mengenal Islam karena ulama. Kiwil mengenal Alquran karena ulama. Kiwil mengenal kehidupan ini karena ulama. Barang siapa yang mendzolimi ulama, summa naudzu billahi min dzalik," kata Kiwil di depan Polda Metro Jaya, Senin (23/1).
Menurut Kiwil, ulama adalah panutan ummat yang harus dimuliakan. Tidak pantas mereka didzolimi apalagi dengan cara-cara yang tidak seharusnya. "Kita muliakan ulama. Kita hormati ulama. Kita siap membela ulama. Barangsiapa yang menistakan ulama, maka dia telah menistakan agama," ujar Kiwil.
"Menistakan ulama, berarti menista agama dan Al quran. Maka tempatnya adalah neraka jahanam," tukas Kiwil. (elf/JPG)

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
