Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 00.53 WIB

Siaga Antraks, Warga Bogor Diminta Waspadai Flu Disertai Benjolan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Sepekan ke depan Kabupaten Bogor siaga Antraks. Bupati Bogor Nurhayanti menginstruksikan seluruh dinas terkait menyiapkan langkah antisipasi terpadu. Termasuk vaksinasi ke daerah rawan endemik.

Selain itu, siaga penanganan darurat bila terdapat pasien suspect Antraks. “Semua harus siaga, walau belum ada temuan, lebih baik antisipasi dan pencegahan,” ujarnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group) Minggu (22/01).

Antisipasi Antraks juga berlaku di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor. Di samping sosialisasi tentang bahaya Antraks sekaligus cara menghindarinya. Terutama bagi warga yang tinggal di kawasan endemik Antraks atau dekat dengan peternakan.

“Khusus masalah Antraks, anggaran penanggulangannya sudah tersedia di APBD 2017. Jadi kita mengingatkan Dinas Kesehatan harus cepat tanggap, memastikan jika ada suspect dapat ditanggulangi dengan baik,” tegas anggota DPRD Kabupaten Bogor Usep Saefullah.

Di bagian lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera memeriksa sampel korban meninggal diduga suspect Antraks di RSUP dr Sardjito, Solo. Pemeriksaan akan dilakukan di laboratorium Balitbangkes Kemenkes Jakarta dalam waktu dekat.

Kepala Balitbangkes Kemenkes Siswanto menjelaskan, pemeriksaan ini perlu dilakukan lebih detil. Sebab, ada kemungkinan terkontaminasi mengingat spora dari bakteri bisa berada di tanah.

”Kami mendapat laporan bila pasien (meninggal) sakit meningitis. Soal suspect antraks itu, ada kemungkinan kontaminan. Jadi perlu diperiksa lagi untuk memastikan,” tuturnya saat dihubungi Minggu (22/01).

Dia menjelaskan, penularan penyakit ini terjadi dari hewan ke manusia. Tak ada sejarah bila penyakit yang disebabkan oleh Bacillus Anthracis ini menular dari manusia ke manusia. Karenanya, tidak perlu khawatir untuk  berobat di rumah sakit tempat korban dirawat. ”Konsumsi daging pun tak masalah kan. Asal dimasak dengan benar,” ungkapnya.

Saat ini, dinas pertanian sudah melaukan vaksinasi pada ternak untuk mengurangi resiko penularan. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi menambahkan, Kemenkes telah menerjunkan tim untuk membantu dinas kesehatan (dinkes) Kulon Progo dan Sleman dalam proses investigasi.

Mereka dibantu oleh Dinas Peternakan, Field Epidemiology Training Program (FETP) Fakultas Kedokteran UGM, Balai Besar Veteriner Wates dan RSUP Dr. Sarjdito. Hasil ini selanjutnya akan diverifikasi oleh Kemenkes.  Menurutnya, Dinkes Kulon Progo masih dapat menangani kasus di wilayahnya.

Mereka sudah melakukan penanganan penderita, pemeriksaan laboratorium untuk kepastian diagnosis, pelacakan faktor risiko penularan, penanganan limbah medis,  pengendalian faktor risiko dan sosialisasi. Dinkes juga sudah membagikan suplemen kepada petugas di lapangan. ”Tim memastikan tidak ada kasus tambahan pada manusia untuk saat ini,” ujar dokter gigi ini.

Masyarakat khususnya di wilayah Kulon Progo diminta tak perlu takut mengkonsumsi daging. Dengan catatan dagingnya sehat, dibeli dari dibeli rumah potong hewan bersertifikat dan pengolahannya benar.

Yakni, menggunakan sarung tangan plastik/karet saat memegang daging. Lalu, memasak dengan suhu diatas 100 derajat celcius selama 5 – 10 menit. ”Serta selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ungkapnya. (don/yuz/jpg)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore