Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 23.47 WIB

Selundupkan Senjata, Pasukan Perdamaian Indonesia Ditangkap di Sudan?

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Pemerintah Darfur Utara dikabarkan telah menangkap pasukan tentara Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian di Darfur dalam UNAMID (United Nations African Mission In Darfur) karena membawa senjata yang diduga akan diselundupkan setelah meninggalkan bandara El-Fasher.

Dilansir Sudan Tribune, Sabtu (21/1), Deputi Gubernur Darfur Utara Mohamed Hasab al-Nabi mengatakan, pihak keamanan di bandara El-Fasher, Kamis (19/1) telah menyita sejumlah senjata dan amunisi UNAMID.

"Sesuai dengan informasi yang diperoleh oleh pihak keamanan kami, senjata dan amunisi disita lalu ada juga beberapa bahan-bahan lainnya seperti dari debu dan batu, " katanya.

Sementara itu, dalam siaran pers, sejumlah senjata dan barang-barang yang berhubungan dengan militer ditemukan di beberapa bagasi saat memasuki bandara Al Fasher. Pemerintah Sudan sedang menyelidiki kasus ini.

Hasab al-Nabi mengatakan, terhadap senjata dan amunisi ilegal, membuat pemerintah mengambil prosedur hukum yang diperlukan dan selanjutnya akan diteruskan kepada pemerintah federal, Kementerian Luar Negeri dan badan-badan yang berwenang.

Sementara itu, Direktur Polisi Adat di Darfur Utara, Asim Hamid mengatakan, pihaknya telah menangkap pasukan perdamaian Indonesia di bandara Al-Fasher karena kepemilikan senjata. Pihaknya memeriksa barang-barang pribadi dari kekuatan Indonesia dengan 29 senapan Kalashnikov, 4 senapan, 6 senjata GM3 dan 61 pistol dan amunisi.

Hamid menekankan pasukannya siap untuk melindungi keamanan negara dan menjamin keselamatan penumpang di bandara. Misi seperti ini diperketat dan dilakukan sejak Desember 2007 dengan mandat untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Sudan barat itu.

“Ini adalah pasukan penjaga perdamaian internasional terbesar kedua dengan anggaran tahunan USD 1,35 dan hampir 20.000 tentara,” tegasnya.

Uni Afrika dan PBB mengatakan, ada hampir 2,5 juta pengungsi di Darfur, meskipun penandatanganan perjanjian perdamaian di Dohasudah dilakukan  pada Juli 2011. (cr1/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore