
Smasung Galaxy Note 7 yang meledak.
JawaPos.com – Teka-teki penyebab meledaknya smartphone Samsung Galaxy Note 7 akhirnya terungkap. Samsung secara resmi mengumumkan hasil investigasi yang dilakukan selama berbulan-bulan. Ternyata, penyebabnya ada pada baterai, bukan hardware smartphone yang sempat digadang-gadang sebagai ponsel android terbaik 2016 itu.
Dalam pernyataan resminya, Samsung mengatakan ada masalah pada baterainya. Itu disebabkan pada kesalahan desain dan proses pembuatan baterai yang dilakukan oleh dua perusahaan berbeda. Tidak satunya pandangan, membuat baterai yang dihasilkan tidak memiliki bahan isolasi yang cukup terhadap elektroda baterai.
Dari gambar yang banyak beredar setelah konferensi pers, terlihat kalau elektroda negatif baterai seharusnya tidak saling bersentuhan. Nah, di baterai Note 7, entah kenapa elektroda negatif itu bisa saling bersentuhan setelah digunakan beberapa waktu. Versi Samsung, desain yang salah membuat elektroda negatif itu mudah bersentuhan.
Samsung bertanggungjawab penuh atas kesalahan tersebut. Oleh sebab itu, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu tidak mau menyebut perusahaan mana yang mendesain dan membuat baterai. Namun, BBC menuliskan salah satu afiliasi Samsung adalah perusahaan Tiongkok bernama Amperex Technology.
Samsung bersungguh-sungguh untuk memastikan penyebabnya ledakan. Sebanyak 700 peneliti dan engineers Samsung untuk mencoba 200 ribu ponsel Galaxy Note 7 dengan 30 ribu baterai. Usaha keras itulah yang akhirnya memberikan kesimpulan masalah ada pada baterai.
’’Selama tujuh bulan terakhir, Samsung mengeluarkan segala upaya untuk menemukan penyebab dari insiden Galaxy Note 7. Investigasi kami lakukan ke semua aspek, mulai hardware, software dan semua proses terkait seperti perakitan, kualitas pengujian, sampai logistik,’’ terang Samsung.
Analis Bryan Ma dari IDC mengatakan, Samsung tidak memiliki rencana untuk mengambil langkah hukum atas kesalahan desain dan proses pembuatan baterai itu. Menurutnya, Samsung sudah mengambil alih tanggung jawab itu. ’’Samsung sudah selesai dengan apa yang mereka inginkan untuk sekarang,’’ katanya seperti dikutip dari BBC.
Bryan menambahkan, yang paling penting saat ini bagi Samsung adalah menunjukkan kualitas produk berikutnya. Jika Samsung bisa membuktikan produk terbarunya nanti bagus, mereka bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat lagi.
Insiden meledaknya Galaxy Note 7 adalah peristiwa besar yang memalukan bagi Samsung. Itulah kenapa, mereka bertanggunjawab dengan menarik semua ponsel itu yang menyebabkan kerugian sampai USD 5,3 miliar atau setara Rp 70,4 triliun. (dim/jpg)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
