
suasana penambangan batu bara di Tahura, Kaltim Post
Emas Hitam “Haram” Itu Dijual ke Surabaya
BATU bara yang sudah dikeruk dari lahan tersebut dibawa ke Pelabuhan Kariangau, Balikpapan menggunakan truk peti kemas. Kemudian, dijual kepada pembeli di Surabaya menggunakan bendara PT A. Perusahaan ini diketahui berizin produksi sampai 2019 yang memiliki konsesi seluas 170 hektare di Samboja. Namun, lokasinya tidak berada di tambang ilegal tersebut.
Sumber koran ini menyebut, dalam sehari rata-rata 15–20 kontainer berisi batu bara karungan berhasil dikeluarkan dari tiga lokasi tambang ilegal tersebut. “Bahkan kalau pembelinya banyak, bisa sampai 40 kontainer per hari,” jelasnya.
Menurut dia, untuk satu kontainer dihargai Rp 12 juta untuk kalori sekitar 6.500 kcal/kg. Sementara itu, yang lebih rendah seperti 6.000 kcal/kg, satu kontainer dihargai Rp 9 juta. Bila produksi batu bara sekitar 20 peti kemas per hari, pendapatan tambang ilegal ini sekitar Rp 180–240 juta per hari.
Pendapatan yang terbilang fantastis. Namun, menurut sumber yang lain, keuntungan dari menambang ilegal itu tidaklah besar. Mengingat, penambang harus membayar gaji pekerja, sewa alat berat, membeli bahan bakar minyak, jasa keamanan hingga memberikan upeti kepada oknum aparat yang terlibat. “Untungnya tak besar. Tapi cukup lah membeli mobil dan rumah bagus,” ungkap pengusaha batu bara asal Balikpapan itu, mencontohkan.
Ketika dikonfirmasi media ini, JK, koordinator tambang itu, membantah melakukan penambangan ilegal. Dia juga tak tahu bila pekerja tambang batu bara karungan itu ditahan kepolisian. “Saya juga tak tahu tambang yang Anda maksud yang mana. Yang pasti sampai saat ini, tambang kami baik-baik saja,” ucapnya yang dikonfirmasi melalui telepon.
Kaltim Post kembali mendatangi lokasi tambang tersebut, Sabtu (18/6). Tapi sayang, tak ada aktivitas dari pekerja yang biasa memasukkan batu bara ke dalam karung. Begitu juga truk peti kemas untuk mengangkut emas hitam ke Pelabuhan Kariangau.
Namun, batu bara karungan masih terlihat menumpuk. Sejumlah warga terlihat sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing di rumah yang tak jauh dari tumpukan batu bara tersebut.
Diduga semenjak kedatangan personel polisi, aktivitas terhenti. Meski demikian, seorang warga sekitar menyatakan, pemilik batu bara itu masih mencari pembeli. “Batu bara itu siap diangkut, kalau ada pembeli,” bebernya di luar lokasi tambang.
Untuk mendapatkan upaya konfirmasi, koran ini kemudian mendatangi rumah SB, yang diduga sebagai pemilik emas hitam tersebut. Rumahnya tak jauh dari pintu masuk tambang di jalan poros Samboja-Balikpapan. Rumah berlantai dua berbahan beton itu terdapat toko yang berdempetan dengan rumah. Tampak pula meja biliar yang nganggur di depan rumah.
Kunjungan Kaltim Post ke rumah SB ini merupakan yang ketiga kalinya. Namun, siang itu dia kembali tak berada di rumah. Seorang perempuan yang menjaga toko di depan rumah SB mengatakan, SB lagi di luar tak tahu kapan akan kembali. Belakangan dia memang susah ditemui setelah kedatangan personel polisi itu.
Media ini menemui seorang pengusaha batu bara asal Balikpapan. Dia memiliki IUP di Samboja. Pengusaha yang enggan namanya dikorankan itu mengungkapkan, kualitas batu bara di kawasan Margomulyo memang bagus. Kalorinya juga tinggi. Sekitar 6.000–6.500 kcal/kg.
Tambang miliknya yang sudah tak beroperasi sejak tiga tahun belakangan turut diperebutkan oleh penambang. “Saya ditawari oleh teman-teman untuk kembali menambang. Mereka tahu, di lokasi tambang saya itu kalori batu baranya tinggi. Tapi wilayahnya sudah masuk Tahura,” bebernya.
Karena hal itu, dia enggan menambang. Sejumlah orang terus membujukinya untuk menambang dengan cara ilegal. “Saya cueki saja,” tegasnya.
Saking bagusnya kualitas batu bara di kawasan Margomulyo, konsesi miliknya yang telah berizin pun direbut orang lain. “Saya kecewa, kerabat yang tadinya berpihak kepada saya, malah berbalik. Padahal saya sudah mengantongi dokumen. Kalau digugat, pasti saya menang. Tapi sudah lah, saya tak mau ribut. Ikhlaskan saja,” paparnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
