Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 21.18 WIB

Caleg Akan Tenggelam di Pemilu 2019, Kalau Begini

Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Yandri Susanto didampingi Ahmad Zacky Siradj (Golkar) dan Viva Yoga Mauladi (PAN). - Image

Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Yandri Susanto didampingi Ahmad Zacky Siradj (Golkar) dan Viva Yoga Mauladi (PAN).

JawaPos.com - Tim Pansus Rancangan UU Pemilu terus menyempurnakan rancangan undang-undang tersebut agar pesta rakyat di Pemilu 2019 benar-benar milik rakyat dan memberikan pendidikan politik yang baik di tengah era demokrasi saat ini.


Apalagi pada Pemilu 2019 nantinya pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) akan berlangsung serentak. Momentum serentak itu diperkirakan perhatian rakyat akan lebih tertuju pada calon presiden ketimbang calon legislatif.


"Masyarakat akan lebih tertuju perhatiannya pada capres, ketimbang caleg. Ini sangat bahaya," ungkap Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Yandri Susanto saat berada di redaksi JawaPos.com, Senin (23/1).


Kehadiran Tim Pansus di JawaPos.com dalam rangka untuk menyempurnakan pembahasan UU Pemilu sebelum disahkan. Makanya Pansus meminta masukan ke seluruh pihak. Salah satunya dari media. Dalam kesempatan itu Yandi didampingi anggota pansus lainnya, yakni Ahmad Zacky Siradj (Golkar), Al Muzzammil Yusuf (PKS) dan Viva Yoga Mauladi (PAN).


Yandri menyebutkan, salah satu penyebab tenggelamnya caleg di Pemilu 2019 karena partai lebih mengutamakan mengkampanyekan capresnya. Hal itu cukup berdasar, karena sponsor atau penyandang dana lebih mau menggelontorkan donasinya untuk biaya iklan capres. "Akibatnya ruang iklan atau kampanye lebih dikuasai capres," imbuh politikus PAN itu.


Agar kekhawatiran itu terjadi dan caleg mendapatkan ruang dalam kampanye nantinya perlu diatur ruang iklan kampanye sedemikian rupa dalam UU Pemilu. Salah satunya, Parpol mengiklankan seluruh calegnya dalam ruang reklame secara bersamaan.  


Anggota Pansus RUU Pemilu Al Muzzammil Yusuf menambahkan, pemilu itu adalah pesta rakyat, pesta negara. Maka yang harus berpesta itu negara. Sehingga siapa yang terpilih itu para negarawan. Bukan hartawan. "Kita inginkan di pemilu mendatang yang menang adalah para negarawan. Bukan hartawan. Untuk itu kampanye dalam Pemilu itu harus diatur negara. Salah satunya negara yang membiayai iklan kampanya para calon, baik caleg maupun capres," tandasnya. (iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore