
Fadli Zon
JawaPos.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menganggap wajar kicauan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di twitter terkait berita hoax dan fitnah pada Jumat lalu. Pasalnya, penyebaran berita tersebut sangat marak belakangan ini.
"Saya kira wajar saja ya," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/1).
Kata dia, penyebaran berita hoax dan fitnah di media sosial sebenarnya sudah cukup lama. Bahkan Fadli mengaku pernah menjadi korban dari berita tersebut.
Sekitar enam bulan lalu legislator asal Jawa Barat itu melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. "Saya mau tanya tuh. Ada dua sampai tiga laporan di Bareskrim tentang berita-berita yang memfitnah saya, nggak ada tuh respon sampai hari ini. Ya, bagaimana rakyat ya," tutur dia.
Karenanya, politikus Partai Gerindra itu menagih keseriusan aparat penegak hukum. Sebab dia merasa saat ini aparat penegak hukum tampak tebang pilih.
"Hal-hal kecil kayak orang bawa bendera langsung ditangkap. Saya kira ini ketidakadilan yang semakin mencolok dalam penegakan hukum, tebang pilih kemudian sangat tumpul ke atas dan tajam ke bawah," pungkas Fadli. (dna/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
