Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 20.25 WIB

Waduk Sumber Air Bersih Tercemar Limbah Peternakan Babi

Keberadaan peternakan babi di kawasan Dam Duriangkang membuat pelanggan air bersih di Batam jadi waspada tercemar. - Image

Keberadaan peternakan babi di kawasan Dam Duriangkang membuat pelanggan air bersih di Batam jadi waspada tercemar.

JawaPos.com - Waduk atau Dam Duriangkang yang selama ini menjadi sumber air bersih masyarakat Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercemar dengan limbah peternakan babi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan warga setempat.


Temuan tercemar ini didapatkan dari hasil penelitian Lembaga Pengembangan Masyarakat Pesisir (LPMP) yang sudah mengambil sampel air di beberapa titik Dam Duriangkang.


Sekjen LPMP Sofyang mengatakan, kondisi geografis Dam Duriangkang sangat memungkinkan tercemar kotoran babi. Karena seluruh aliran air  di daerah tersebut mengarah ke Dam. Apalagi dengan kondisi hujan yang memperlancar aliran air ke Dam tersebut.


"Jadi potensi tercemar kotoran babi sangat besar. Kita sudah ambil sampel jarak 100 meter, dan kotornya masih ada," kata Sofyan yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (23/1).


Diakuinya, beberapa pertenakan babi memang berada agak jauh dari posisi dam tersebut. Namun, aliran air yang berpusat di dam tersebut membuat dam cepat tercemar, meski jauh dengan kondisi kandang. "Kondisinya memang jauh, namun aliran air mengarah kesana. Apalagi pertenakan itu sudah lama dan telur cacing dipastikan sudah sampai disana, apalagi terbawa dengan air hujan," jelas Sofyang.


Telur cacing yang telah bercampur air akan memberikan dampak  cukup besar bagi kesehatan manusia. Masyarakat yang mengkonsumsi atau menggunakan air tersebut akan mudah terjangkit cacingan. Tak hanya manusia, telur cacing juga akan menjadi parasit bagi ikan. "Imbasnya kena kemanusia, masuknya ke kulit dan cacingan. Potensinya cacing masuk ke ikan juga besar. Jadi sangat berbahaya bagi kesehatan," terang Sofyang.


Menurut dia, sampel air yang diambil akan kembali diteliti di laboratorium kesehatan. Untuk mengetahui kondisi air di dam tersebut, meski sudah dipastikan positif tercemar telur cacing.


"Kita akan cek lagi di laboratorium di Batam atau di Bogor, tergantung nanti. Hasilnya keluar sekitar 2 minggu kedepan. Dulu pernah kita cek, hasilnya positif mengandung telur cacing dari kotoran babi," ungkapnya. (she/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore