
KLARIFIKASI: Yanto Basno merasa kecewa dengan sikap manajemen Arema.
JawaPos.com- Yanto Basna akhirnya buka suara. Dia mengaku kecewa dengan sikap manajemen Arema FC soal keberangkatannya ke Jakarta Jumat dini hari lalu (20/1). Apalagi, kepergiannya itu bertujuan untuk bertemu orang tua di ibu kota. Namun, Arema justru menilai Yanto telah melakukan tindak indisipliner. Parahnya lagi, manajemen Arema menuding dia pernah melakukan tindakan serupa dengan beberapa tim.
Itu merujuk pernyataan General Manager Arema Ruddy Widodo. Ruddy menuding Basna pernah melakukan tindak indisipliner ketika berkostum Mitra Kutai Kartanegara, Persib Bandung, serta Persipura Jayapura.
’’Tudingan itu sangat tidak berdasar. Terutama dengan Persipura. Sejak kapan saya pernah berkostum Persipura,’’ keluh Yanto.
Khusus dengan Mitra Kukar dan Persib Bandung, Basna menyebut dirinya tidak pernah memiliki masa lalu yang buruk. ’’Sebab, setiap kali memutuskan keluar dari tim lama, saya selalu berpamitan dengan manajemen,’’ jelas bek timnas di Piala AFF 2016 itu. Hal yang sama dilakukan ketika keluar dari Persib untuk bernegosiasi dengan Arema.
Lalu, kenapa dia belum berlatih dengan Arema? Basna, rupanya, masih menghargai kontraknya dengan Persib yang habis pada Februari mendatang.
’’Tidak etis untuk latihan dengan tim lain kalau tim saya yang lama belum berikan surat keluar. Karena saya adalah pemain profesional dan sangat menghargai kontrak,’’ paparnya. ’’Dan, satu hal lagi yang perlu diingat, sampai saat ini saya belum tanda tangan kontrak dengan Arema. Juga, belum mengambil sepeser pun uang dari mereka seperti berita yang berkembang selama ini,’’ tuturnya.
Pernyataan itu sekaligus bantahan bahwa Basna sudah menerima uang muka 25 persen dari total nilai kontraknya selama semusim. Nominal kontraknya Rp 650 juta. ’’Tidak benar itu kalau ada yang bilang saya sudah terima uang muka dari Arema,’’ jelas pemain berusia 21 tahun itu.
Terkait dengan panggilan telepon dan pesan singkat lewat WhatsApp manajemen Arema yang tidak direspons, Basna menganggap itu hanya miskomunikasi. ’’Karena ketika itu saya tiba di Jakarta sudah subuh dan langsung tidur. Jadi, waktu ada telepon saya tidak dengar,’’ kilahnya.
Nah, dengan pengalaman pahit yang baru saja dialami, Basna mengatakan bahwa dirinya merasa berat untuk bisa melanjutkan kontrak dengan Arema. Apalagi, keluarga besarnya di Papua telanjur kecewa dengan pernyataan manajemen Arema yang menudingnya berkelakuan buruk.
Basna semakin mantap untuk tidak bergabung dengan Arema setelah beberapa klub besar tanah air berminat merekrutnya. ’’Bahkan, mereka sudah siap membayar saya dengan nilai yang lebih besar dari Arema,’’ ungkap dia. ’’Saya menganggap bahwa apa yang saya alami bersama Arema ini menjadi pelajaran bagi hidup saya,’’ tegasnya. (ben/c19/bas)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
