
LATIHAN UJIAN: Siswa SMKN 1 Nganjuk mengoperasikan komputer dan laptop di laboratorium. Dalam unas tahun ini, mereka akan mengikuti UNBK.
JawaPos.com- Persiapan SMA untuk menjadi penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK) semakin dekat. Meski demikian, rata-rata sekolah di Nganjuk penyelenggara ternyata masih kekurangan komputer untuk unas online.
Kepala SMAN 1 Sukomoro (Smakom), Nganjuk Ibnu Mudzakir menjelaskan, sekolahnya belum siap sepenuhnya dalam sarana dan prasarana (sarpras). Sebab, ungkap dia, sekolah baru memiliki 16 komputer.
”Sangat minim. Itu sama artinya kami belum punya (komputer),” katanya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Dia menambahkan, sekolah masih membutuhkan sekitar 90 komputer. Jumlah itu sesuai dengan peserta unas di Smakom, yakni 230 siswa.
Dengan terbatasnya jumlah komputer tersebut, sekolah harus melakukan pengadaan. Targetnya, komputer tiba di sekolah pada Maret nanti. ”Kami memprediksi, dua bulan lagi komputer pengadaan bisa dipakai,” kata Ibnu.
Smakom memang harus mengejar waktu. Alasannya, pada 10 April unas SMA sudah dimulai. Karena itu, sekolah hanya punya waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan semua. Menurut dia, yang paling penting adalah tryout dan simulasi unas. ”Anak-anak butuh adaptasi,” ujarnya.
Ibnu mengungkapkan, sejak awal, sekolahnya hanya siap menjalankan unas paper based test (PBT) atau manual. Karena itu, pada akhir tahun lalu sekolah menggelar tryout unas manual satu kali. ”Karena ada arahan untuk online, akhirnya harus ada tryout (online),” ujarnya.
Dia berharap persiapan tryoutonline tidak terlalu mepet dengan pelaksanaan unas online. Dengan begitu, siswanya benar-benar siap menghadapi unas yang sesungguhnya. ”Maret harus mulai tryout,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) di Kabupaten Nganjuk Adi Prayitno menerangkan, pihaknya sudah melakukan tahapan untuk persiapan unas online. Bukan hanya bagi SMA, tetapi juga SMK. ”Kami sudah bagi waktunya,” katanya.
Tahap pertama, ucap Adi, dimulai sekarang hingga 25 Januari. Yakni, finalisasi peserta SMA/SMK yang mengikuti unas online.
”Jadi, kami bisa tahu jumlah peserta dan sekolah yang siap menyelenggarakan UNBK,” ungkap mantan kepala SMAN 3 Nganjuk tersebut.
Tahap selanjutnya dimulai pada Februari minggu pertama. Adi menyebutkan, tahap tersebut merupakan persiapan sarpras. Mulai peningkatan server, daya listrik, hingga internet. Lalu, tahap terakhir adalah simulasi unas. ”Kami gelar sekitar Februari minggu keempat. Paling tidak, nanti bisa tiga kali simulasi sampai Maret,” terangnya.
Bagi SMA yang belum siap, Adi meminta pihak sekolah tidak khawatir. Rencananya, pemprov membantu pengadaan komputer. Kabupaten Nganjuk sudah mengajukan sekitar 750 komputer untuk SMA negeri. Namun, terkait realisasinya, dia belum mengetahui. (baz/ut/c21/diq)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
