
Alim Markus menunjukkan kecepatan pompa air Uchida kepada agen dalam promosi produk Maspion di Surabaya akhir pekan lalu.
JawaPos.com - Maspion terus menggenjot penjualan produk peralatan rumah tangga dan elektronik untuk kebutuhan domestik. Tahun lalu penjualan produk Maspion mampu tumbuh hingga 30 persen.
Presiden Direktur Maspion Alim Markus menyebutkan, penjualan produk peralatan elektronik bahkan bisa tumbuh 40 persen. ''Pertumbuhan pasar domestik lebih tinggi kalau dibandingkan dengan ekspor,'' katanya setelah demo produk Uchida akhir pekan lalu (21/1).
Untuk produk Uchida, Maspion juga masih mengalami pertumbuhan penjualan 20-30 persen. Merek Uchida melekat pada sejumlah produk. Di antaranya, pompa air, kompor gas, blender, maupun kulkas. Dia menargetkan selama 3 tahun mendatang Uchida mampu menguasai pangsa pasar 50-60 persen. ''Saat ini pangsa pasarnya memang masih kecil dan penjualannya terus kami genjot,'' ujarnya.
Alim menyatakan, pihaknya optimistis dan tidak gentar bersaing dengan produsen asing. ''Kami optimistis karena produk kami sudah terbukti unggul dari hasil demo produk. Bukan hanya produk dari negara lain yang unggul, produk buatan negeri juga bisa bersaing,'' terang Alim.
Selain menyasar pasar dalam negeri, pihaknya membidik ekspor. Kontribusi penjualan ekspor Uchida masih minim sekitar 5 persen. Di antaranya ke Malaysia maupun Timur Tengah.
Secara keseluruhan, penjualan ekspor Maspion berkontribusi 20-25 persen. Salah satunya adalah stainless steel, termasuk Amerika Serikat. Maspion memiliki 36 perusahaan dan 52 divisi yang bergerak di beberapa sektor. Yaitu, properti, kawasan industri, elektronik dan peralatan memasak, aluminium atau baja, serta pelabuhan.
Maspion juga berencana melakukan IPO (initial public offering) dengan bidikan dana USD 200 juta. ''Mungkin tahun ini pada semester 2 atau tahun depan,'' tutur Alim. Di antara 36 perusahaan milik Maspion, baru 3 perusahaan yang berstatus perusahaan publik. Tiga perusahaan tersebut adalah PT Bank Maspion Tbk (BMAS), PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI), dan PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI). (vir/c14/sof)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
