
BEDA JAUH: Foto kiri yang diambil pada 20 Januari pukul 12.01 waktu setempat menunjukkan kerumunan warga yang menghadiri inaugurasi Presiden Donald Trump. Sementara itu, foto kanan adalah kerumuman warga saat inaugurasi Presiden Barack Obama pada 2009.
JawaPos.com - Donald Trump tiada henti berdiri berseberangan dengan media. Kali ini dia murka ketika akhir pekan lalu media menyebut hari pelantikannya sepi. Di hadapan para petinggi intelijen dan lewat juru bicara Gedung Putih, tokoh 70 tahun itu mengungkapkan amarahnya.
''Saya berpidato dan melihat ke arah kerumunan. Lapangan itu tampaknya (disesaki, Red) satu juta atau satu setengah juta orang,'' katanya saat berkunjung ke markas besar Badan Pusat Intelijen (CIA) di Langley, Fairfax County, Negara Bagian Virginia, Sabtu waktu setempat (21/1).
Gambaran Trump tersebut tidak sama dengan yang direkam dan dilaporkan media. Karena itu, dia sangat kecewa. ''Mereka memasang foto yang memperlihatkan lapangan yang kosong. Tidak ada kerumunan di sana. Mereka memberikan judul: Donald Trump Gagal Menarik Massa,'' jelas pengganti Barack Obama tersebut dalam curhatnya tentang media. Sayangnya, Trump tidak menyebut nama media yang dituduhnya memberitakan kebohongan tersebut.
Pada hari yang sama, Sean Spicer meluapkan kekecewaan yang sama dalam jumpa pers perdananya sebagai juru bicara Gedung Putih. Di hadapan awak media yang sengaja diundangnya, pria 45 tahun itu menuding media tidak jujur dalam memberitakan jumlah massa pelantikan Trump. Seperti sang presiden, dia yakin jumlah orang yang menyaksikan pelantikan berkisar satu setengah juta. ''Massa terbesar sepanjang sejarah pelantikan presiden AS. Titik!'' seru Spicer di hadapan para jurnalis.
Setelah berbicara panjang lebar tentang kebohongan media, dia lantas berlalu.
Dalam jumpa pers perdananya, Spicer tidak memberikan kesempatan kepada media untuk bertanya. Atau setidaknya mengklarifikasi tuduhan Gedung Putih. Karena itu, media-media AS memberikan klarifikasi lewat berita. Tentu setelah memberitakan kemarahan Trump dan tuduhan press secretary-nya.
Para petugas yang terlibat dalam pelantikan Trump melaporkan, jumlah massa yang menyaksikan hari bersejarah tersebut jauh lebih sedikit daripada 2009. Yakni, saat Obama menjalani pelantikan pertamanya sebagai presiden. Ketika itu ada sekitar 1,8 juta orang yang memadati lokasi pelantikan hingga National Mall atau area yang membentang dari Capitol hingga Washington Monument. Sebaliknya, pelantikan Trump pada Jumat (20/1) dihadiri sekitar 900.000 orang saja.
Memang, tidak ada media atau badan pemerintah maupun kelompok independen yang punya angka tepat soal jumlah massa. Baik itu massa pelantikan Trump, Obama, maupun presiden-presiden sebelumnya. Namun, ada sistem yang bisa digunakan sebagai acuan untuk menghitung jumlah massa. Selain foto udara, tiket subway Washington bisa menjadi salah satu patokan.
Kemarin otoritas transportasi Washington melaporkan, jumlah tiket yang terjual pada hari pelantikan mencapai 571.000. Dalam jumpa pers, Spicer mengungkapkan bahwa massa Trump telah memecahkan rekor pembelian tiket subway. Faktanya, jumlah pembeli tiket moda transportasi yang sama dalam hari pelantikan kedua Obama pada 2013 lebih banyak. Jumlahnya mencapai 782.000 lembar.(AFP/Reuters/BBC/CNN/newyorktimes/hep/c14/sof)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
