Minggu, 20 Aug 2017
Metropolitan

21 Vihara di Kota Tangerang Dijaga Ratusan Polisi Bersenjata

Senin, 23 Jan 2017 08:17 | editor : Yusuf Asyari

Ilustrasi

Ilustrasi (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com - Polres Metro Tangerang bakal menjaga ketat perayaan Imlek yang digelar di 21 klenteng dan vihara. Hal itu untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan yang mungkin terjadi. Sebanyak 268 personel kepolisian bersenjata lengkap diterjunkan untuk menjaga puluhan tempat ibadah tersebut.

Kapolresta Metro Tangerang Kombespol Harry Kurniawan mengatakan, penjagaan untuk menjaga kondusifitas perayaan hari besar umat Tionghoa. Apalagi, saat ini tengah digelar persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa gubernur non aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama membuat gangguan Imlek dapat saja terjadi.

”Kalau yang menjaga 21 vihara 268 polisi, sementara untuk membuat arus lalu lintas lancar saat perayaan Imlek kami juga kerahkan 150 anggota,” katanya kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), kemarin (22/1).

Harry mengungkapkan, penjagaan lebih ketat akan dilakukan terhadap dua vihara terbesar di Tangerang. Dia mengaku akan ada penembak jitu yang ditempatkan di dua vihara tersebut. Tujuannya agar warga Tionghoa lebih nyaman saat beribadah.  ”Kami akan melaksanakan pemeriksaan terhadap pengunjung serta umat yang melaksanakan ibadah pergantian saat Tahun Baru China nanti,” jelasnya.

Mantan Kapolresta Depok ini mengaku, telah berkoordinasi dengan Kodim 0506 Kota Tangerang dalam mengatasi penjagaan perayaan imlek. Pihaknya pun berharap dengan adanya penjagaan itu meminimalisir adanya gangguan keamanan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Sementara itu, Sekretariat Klenteng Khongchu Bio, Lili menuturkan, perayaan Imlek 2568 ini diliputi keadaan prihatin. Karena warga etnis Tionghoa di Kota Tangerang khawatir kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahya Purnama (Ahok) berpengaruh pada kondusifitas di wilayah mereka.

”Tahun ini kami memang sengaja merayakan Imlek sesederhana mungkin. Hanya ada persembahayangan biasa dan orgen tunggal saja pada malam Tahun Baru Imlek. Makanya harapan untuk menjaga perayaan dari polisi sedikit lebih aman,” tuturnya.

Dengan adanya penjagaan itu, Lili berharap agar masyarakat di Kota Tangerang dapat menegakkan kembali prinsip Bhineka Tunggal Ika di dalam kehidupan. Apalagi sikap toleransi itu akan membuat kekuatan dan persatuan masyarakat akan terjaga dan tak mudah dipecahbelahkan dengan cepat.

”Kami juga sangat berterimakasih polisi mau ikut menjaga keamanan perayaan imlek. Yang pasti masalah penistaan agama ini menggangu perayaan hari besar umat beragama manapun,” pungkasnya. (cok/yuz/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia