Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 13.00 WIB

Jembatan Terancam Putus, Dua Desa Terancam Terisolasi

Seorang ibu dan anaknya berusaha melintasi Jembatan penghubung Desa Penyandingan, Kecamatan Sungai Pinang dengan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Tanjung Raja  dengan hati-hati, karena jembatan tersebut lantainya mulai mengelupas dan terancam putus. - Image

Seorang ibu dan anaknya berusaha melintasi Jembatan penghubung Desa Penyandingan, Kecamatan Sungai Pinang dengan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Tanjung Raja dengan hati-hati, karena jembatan tersebut lantainya mulai mengelupas dan terancam putus.

JawaPos.com - Masyarakat dua kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatra Selatan (Sumsel) terancam terisolasi. Pasalnya sebuah jembatan sebagai penghubung masyarakat setempat amblas. Sehingga bila ingin menyeberang harus menggunakan jalan lain yang lebih jauh.


Jembatan tersebut menghubungkan Desa Penyandingan, Kecamatan Sungai Pinang dengan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Tanjung Raja. Konstriksinya memiliki panjang  sekitar 20 meter dan lebar 2,5 meter. Tiang besinya yang berbentuk pipa, patah. Begitu juga dengan pelat besinya yang berfungsi sebagai lantai jembatan pun ikut amblas dan lepas.


Diduga amblasnya jembatan itu, karena dilintasi oleh truk yang membawa pupuk  melintas di jembatan  yang sudah rapuh dan berumur. Kini, warga harus ekstra hati-hati saat melintasinya. Warga harus melalui sisi kanan atau pinggir jembatan secara bergantian. Sedangkan  untuk kendaraan roda empat tidak bisa sama sekali melintasinya.


"Seluruh warga desa di Kecamatan Rantau Panjang yang mempunyai kendaraan mobil, tidak bisa melintasi jembatan ini untuk menuju Kecamatan Tanjung Raja,” ujar Ketua Forum Kades Kecamatan Rantau Panjang Evandri seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Senin (23/1).


Agar bisa mengakses daerah lain, warga harus memutar menggunakan jalan alternatif melalui Desa Sakatiga, Kecamatan Inderalaya yang jarak tempuhnya lebih jauh. Kades Penyandingan Yusman Subki menambahkan, jembatan yang mengalami kerusakan dan amblas itu berada di dua desa, yakni Desa Penyandingan dan Desa Tanjung Harapan. "Kerusakan jembatan itu ada di hulu jembatan yang masuk wilayah Desa Tanjung Harapan," kata Yusman Subki.


Yusman mengaku sudah mengecek langsung ke lokasi jembatan tersebut dan akan menyampaikan hal ini ke Dinas PU Bina Marga Pemkab OI. "Segera akan saya sampaikan, kalau perlu saya yang memperbaiki (memborongnya) karena saya punya usaha mengelas besi,” ujar Anang, begitu panggilan kades tersebut.


Sementara Kades Tanjung Harapan Abu Naim mengatakan, penyebab kerusakan jembatan hingga amblas tersebut, selain karena sudah rapuh dan rusak, juga dilewati oleh kendaraan truk yang bermuatan pupuk. "Akibatnya langsung patah dan amblas," kata Abu Naim.


Abu Namin berharap, Pemkab OI segera memperbaiki jembatan tersebut. Bila tidak ada ribuan warga yang terancam terisolasi. Hal itu sangat mengganggu perekonomian. “Ke depan atau tahun ini jembatan tersebut bisa dianggarkan untuk dibangun dengan bentuk jembatan beton karena jembatan itu sudah berumur lebih dari 10 tahun yang kondisinya sudah banyak yang keropos,” harapnya (sid/lia/ce2/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore