Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 12.21 WIB

Kerber Angkat Koper, Dua Unggulan Teratas Tandas

Petenis nomor satu dunia, Angelique Kerber tersingkir di babak keempat Australia Terbuka. - Image

Petenis nomor satu dunia, Angelique Kerber tersingkir di babak keempat Australia Terbuka.

JawaPos.com - Kejutan demi kejutan terus mewarnai turnamen Grand Slam awal tahun, Australia Terbuka 2017. Pada babak keempat, Minggu (22/1), dua unggulan teratas tunggal putra dan putri, Andy Murray dan Angelique Kerber, terpaksa angkat koper lebih dini. 


Beberapa jam sebelumnya, Murray yang merebut status petenis nomor wahid dunia pada akhir tahn 2016, disingkirkan petenis nonunggulan asal Jerman, Mischa Zverev. Lewat pertarungan selama tiga setengah jam di lapangan Rod Laver Arena, Melbourne, petenis berusia 29 tahun itu menyudah langkah Murray dengan kemenangan 7-5 5-7 6-2 6-4.


Tersingkirnya Murray melanjutkan kejutan yang sebelumnya juga dialami unggulan kedua asal Serbia, Novak Djokovic, kala dipaksa kandas di tangan petenis kualifikasi asal Uzbekistan, Denis Istomin.


Kejutan tak lantas selesai. Di sektor tunggal putri, upaya unggulan teratas asal Jerman, Angelique Kerber, untuk mempertahankan gelar juara yang diraih tahun lalu pun harus kandas. Kerber takluk dari petenis nonunggulan asal Amerika Serikat, CoCo Vandeweghe, 2-6, 3-6, Minggu (22/1).


Kegagalan Kerber membuat sejarah tercipta di Australia Terbuka. Kali pertama sejak era Open, petenis unggulan teratas serta juara bertahan tunggal putra dan putri, sudah kandas sebelum babak perempat final. Selain itu, rekor pun ditorehkan Vandeweghe karena berhasil mencapai perempat final grand slam untuk kali pertama selama kariernya.


"Ketika Anda bertarung melawan petenis tangguh, seperti pada turnamen mayor, Anda tak bisa memperlihatkan bahwa diri Anda kesulitan, itu yang selalu saya tekankan kepada diri sendiri sejak akhir tahun lalu," ucap Vandeweghe seusai pertandingan.


"Ini pertama kali saya mengalahkan petenis nomor 1 dunia. Lebih spesial lagi terjadi di Grand Slam, dan saya rasa ini membuat saya lebih banyak mengeluarkan keringat. Saya menargetkan mencapai perempat final di turnamen ini, dan mencapai babak semifinal di turnamen mayor tahun ini," lanjutnya.


Bagi Kerber, kekalahan ini membuat statusnya sebagai petenis ranking teratas WTA terancam lenyap andai Serena Williams berhasil menjuarai Australia Terbuka tahun ini. Jika petenis asal AS itu sanggup merebut gelar Grand Slam yang ke-23 di Melbourne, status petenis putri nomor wahid dunia bisa kembali disandangnya.


"Pertandingan yang berat dan tentu saja saya kecewa. Tapi saya tak bisa merasakan bola sama sekali pada malam ini, saya tak bermain baik sejak poin pertama. Jadi, ya ini memang buka hari saya," sesal Kerber.


Vandeweghe, pada babak perempat final akan menantang unggulan ketujuh asal Spanyol, Garbine Muguruza, yang lolos usai mengalahkan Sorana Cîrstea asal Rumania dengan 6-2, 6-3, Minggu (22/1). Petenis ranking ke-35 dunia itu punya modal bagus karena unggul 2-1 dalam rekor pertemuan dengan Muguruza. 


Namun, dalam perjumpaan terakhir di turnamen Cincinnati tahun lalu, Vandeweghe kalah dua set langsung dari juara bertahan Prancis Terbuka itu. "Saya mengumpulkan kepercayaan diri sejak off-season, memasang banyak target. Tahun lalu saya tidak berhasil memenangi pertarungan, dan sekarang saya ada di sini," tandas Vandeweghe. (ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore