
Photo
JawaPos.com - Kabar gembira buat para pecinta traveling bernuansa alam. Mulai tahun ini, pemerintah resmi membuka kawasan wisata Curug Luhur Cibodas di Desa Suntenjaya Kec Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Objek wisata alam ini merupakan yang ke-30, yang dibuka Perum Perhutani.
Untuk sampai ke lokasi Air terjun setinggi 20 meter ini, wisatawan harus berjalan dua kilometer dari pos tiket menyusuri rimbunnya hutan pinus. Meski jalan setapak ini sedikit menanjak namun saat sampai di lokasi curug, lelah dan keringat seketika hilang dimanjakan teater alam nan curug berundak tiga.
Luncuran air dari atas curug mengalir diantara bebatuan raksasa diapit dua bukit hutan pinus mengajak wisatawan berdiri di surganya negeri dongeng. Fasilitas menara pandang, toilet, mushola bahkan arena bermain anak membuat wisatawan enggan beranjak pulang.
Administratur KPH Bandung Utara, Wismo Tri Kancono mengungkapkan, penataan kawasan curug mulai dilakukan sejak November 2016. Bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Cibodas, kini curug yang berada di lembah gunung dibuka untuk wisatawan.
"Masyarakat disini menyebutnya Curug Cibodas, kita tata dengan fasilitas penunjang seperti menara pandang dan arena bermain anak," kata dia, Minggu (22/1)
Sejak soft opening beberapa minggu lalu, lanjut Wismo, sedikitnya 1000 pengunjung datang dengan hanya merogoh kocek membeli tiket seharga Rp. 5000. Penghasilan dari penjualan tiket masuk pun dibagi dua dengan warga sekitar yang tergabung dalam LMDH Desa Suntenjaya.
"Pada prinsipnya kami ingin hutan tetap terjaga namun juga membuka pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan dan desa, harga tiket juga murah agar obyek wisata alam ini bisa dikunjungi berbagai kalangan,"katanya.
Wismo menjelaskan, Curug Luhur Cibodas ini merupakan obyek wisata alam baru digarap KPH Bandung Utara, hingga saat ini sedikitnya 30 obyek wisata baru telah dibuka untuk umum.
"Tahun 2016 kita tambah tujuh obyek wisata, sebelumnya ada 23 obyek wisata di kawasan hutan Bandung Utara,"jelasnya.
Selain memberi alternatif destinasi wisata alam, lanjut Wismo, pihaknya berharap ekonomi masyarakat sekitar obyek wisata meningkat dengan adanya lapangan pekerjaan baru selain mengandalkan pertanian dan perkebunan.
"Dalam pengelolaannya, kita kerjasamakan dengan LMDH agar masyarakat juga mengisi fasilitas penunjang seperti kantin dan petugas pemeliharaan,"pungkasnya.(nif/rmol/mam/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
