
sejumlah wanita muslim membentangkan poster bernada protes terhadaap Trump
JawaPos.com – Ribuan perempuan memprotes kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump dalam Women’s March di Washington beberapa hari setelah suami Melania itu dilantik. Para remaja perempuan pun ikut dalam aksi tersebut.
Sabtu pagi (21/1) waktu AS, Ekram Seid ikut ke dalam bus kota dengan adiknya, Yasmin, dan ikut dalam aksi protes Women’s March di Washington. Sebagai generasi muda, mereka merasa bertanggung jawab untuk ikut menyuarakan keingingan.
"Saya yang tertua dari tiga bersaudara semuanya anak perempuan," kata Ekram kepada The Huffington Post sambil berdiri di tengah lautan manusia dan menyampaikan isu-isu keadilan sosial menentang Trump.
"Jadi saya datang ke sini karena saya harus menjadi contoh bagi adik-adik saya, kita harus mengambil tindakan," tukasnya.
Ekram dan Yasmin berdiri di kerumunan. Keduanya mengenakan jilbab. Ekram, 18, lebih pendek dari adiknya dan memakai kawat gigi. Yasmin, 13, berdiri di samping kakaknya. Namun keduanya sungguh dewasa dan menyuarakan nasib perempuan Muslim dan minoritas lainnya jika mereka tidak terlibat dalam politik dan membela hak-hak mereka. "Donald Trump tidak membuat saya takut, “ tegasnya.
Yasmin, duduk di kelas 8. Dia mendukung kaum feminis lainnya. “Pemberdayaan perempuan dan keyakinan bahwa perempuan dapat melakukan apapun yang pria lakukan. Dan bisa melakukannya lebih baik," jelasnya.
Ekram menambahkan kaum feminis sama saja dengan mendukung nasib ibu yang sudah melahirkan setiap anak di dunia. "Saya pikir semua orang harus feminis karena wanita memberikan kehidupan. Jika Anda tidak feminis, Anda tidak mendukung ibu. Anda tidak mendukung diri sendiri," tegasnya.
Ekram dan Yasmin membawa poster hijau bertuliskan "Girls Just Wanna Have Fun-Damental HAM!" Dan "Women Can Do It All." Mereka sudah tinggal di Washington sejak tahun 2007, sejak keluarga mereka pindah dari Ethiopia. Yasmin dengan lugu berniat mencalonkan diri menjadi presiden kelak.
"Mungkin Kongres akan mengubah hukum kembali, bahwa Anda tidak harus lahir di sini jika ingin jadi Presiden, maka aku akan mencalonkan diri sebagai presiden,” ungkapnya.
Sepanjang kampanye Trump sejak tahun lalu banyak diwarnai dengan retorika anti-Muslim. Mereka mendesak agar tak ada diskriminasi terhadap kaum minoritas muslim. “'Kalian harus menghentikan diskriminasi terhadap kita sebagai umat Islam karena itu tidak adil,” katanya. (hfp/cr1/JPG)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
