
Jenazah korban terbujur kaku dengan kondisi tali masih terikat di leher saat dievakuasi ke RS Ulin Banjarmasin.
JawaPos.com - Akhmad Mulyadi Noor (28) ditemukan tergantung di rumahnya, Kompleks Palapan Indah KM 8 Kecamatan Kertak Hanyar, Banjar, Kalsel, kemarin. Dia tewas dalam posisi tergantung di dapur menggunakan seutas tali jemuran.
"Yang menemukan korban pertama kali adalah teman satu kantornya di Hotel Tree Park. Temannya itu mengaku memang ingin berkunjung ke bedakan korban dengan niat numpang istirahat sepulang kerja. Namun malah menemukan korban sudah tidak bernyawa," ungkap Irus dikutip dari Radar Banjarmasin, Minggu (21/1).
Menurut keterangan temannya itu, pintu kontrakan tidak terkunci. Sementara motornya ada di luar. Semua peralatan elektronik seperti tv, kipas angin dan lampu ruang tengah juga dalam keadaan menyala. "Namun lampu di bagian dapur tidak menyala. Setelah temannya itu masuk dan menyalakan lampu dapur ternyata menemukan korban yang tergantung," ujar Irus, ketua RT setempat yang juga pemilik kamar kontrakan korban.
Mulyadi meninggalkan sebuah surat wasiat yang diamankan oleh polisi beserta fotokopi identitas korban seperti KTP dan Kartu Keluarga yang menunjukkan bahwa korban berasal dari Anjir, Barito Kuala.
Apakah Irus mengetahui bahwa korban baru saja menikah pada Jumat siang dan akan melaksanakan resepsi Minggu ini? Irus mengaku baru mengetahuinya setelah kejadian. Apalagi dalam kartu keluarganya, sebut Irus, Mulyadi tercantum telah memiliki seorang istri dan anak perempuan.
"Baru tahu hari ini (Sabtu, Red) bahwa korban baru menikah dan mau resepsi dari temannya. Kata temannya juga, korban sudah cerai dari istri sebelumnya," ungkap Irus.
Terkait isi dari surat wasiat korban yang dibacakan polisi, Irus menerangkan bahwa korban minta maaf karena tidak bisa membahagiakan kedua orang tua beserta anaknya. Dia juga berpesan kepada anaknya agar menjadi anak yang solehah. "Malam itu saya tidak bisa membaca surat wasiatnya. Penglihatan saya sudah kurang, jadi cuma bisa mendengarkan polisi membacakannya," tambah Irus.
Sementara itu, Kapolsek Kertak Hanyar, Iptu Ria Aryanti, membenarkan terkait peristiwa itu. Namun dalam pemeriksaan sejumlah saksi semuanya tidak ada yang mengetahui apa penyebab dan motifnya. “Sejumlah saksi mengetahui korban tergantung di belakang rumah bedakannya. Terkait resepsi perkawinan, kami tidak mengetahui,” jelasnya.
Sedangkan tetangga korban, Upik, mengungkapkan bahwa semenjak mengontrak di sini pada bulan Mei 2016 lalu, Mulyadi memang jarang berkomunikasi dengannya. Dia memang sibuk bekerja bahkan hingga larut malam. "Tapi kalau saat ada waktu berpapasan biasanya korban menyempatkan diri menyapa dan berbasa-basi sebelum berangkat kerja," katanya. (why/lan/at/dye/fab/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
