
MEMBAUR: Wali Kota Tri Rismaharini berjoget bersama warga Papua yang tinggal di Surabaya.
JawaPos.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini harus melangkahi piring keramik sebelum menuju panggung Graha Sawunggaling, Sabtu (21/1). Prosesi itu harus dia lakukan sebelum menerima topi burung cenderawasih dari Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS). Setelah memakai topi, Risma resmi diangkat sebagai Mama Papua.
Prosesi menginjak mangkuk biasanya digunakan untuk penyambutan tamu di Papua. Hal tersebut menjadi simbol bahwa Risma telah diterima di kalangan Papua dalam ikatan persaudaraan. Selain itu, Risma mendapat kain noken dan dan piring keramik. Sedangkan topi burung cenderawasih diartikan sebagai hewan kebanggaan yang mewakili hati warga Papua.
Ketua IKBPS Pieter Rumaseb mengungkapkan, penghargaan Mama Papua baru kali ini diberikan. Sebab, Risma dianggap telah melindungi warga Papua yang tinggal di Surabaya. ”Kalau di Surabaya baru kali ini. Kalau di daerah lain, saya belum pernah dengar,” ujarnya.
Selain itu, Risma diharapkan dapat menjadi teladan bagi warga dan pemerintah daerah di Papua. Warga Papua ingin pembangunan di Papua bisa seperti Surabaya. ”Banyak kebijakan pembangunan yang bisa ditiru dari Surabaya,” ujar Pieter.
Di sisi lain, Risma tidak mengira mendapatkan penghargaan tersebut. Bagi dia, menjadi Mama Papua merupakan tugas kehormatan. Sebagian besar warga Papua yang tinggal di Surabaya adalah pelajar dan mahasiswa. Dia berpesan kepada mereka agar tidak minder. ”Jangan minder. Orang tua kalian di sana berharap anakku akan kembali menjadi orang besar,” kata Risma saat memberikan sambutan.
Dia lalu mencontohkan Kabaghumas Pemkot Surabaya yang juga orang Papua, M. Fikser. Pada mulanya Fikser sangat sulit diajak bekerja. Kaku. Risma memercayakan tugas humas kepada Fikser karena yakin mampu melakukan tugas dengan baik. Risma harus mengajari Fikser cara menjadi humas. Namun, kini Risma mengakui bahwa Fikser terkadang lebih pintar daripada Risma. ”Sekarang pekerjaan saya lebih mudah. Kalau mau belajar dan tidak malas, pasti bisa sukses,” kata alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut.
Setelah menjadi Mama Papua, Risma menyeru warga Papua di Surabaya agar tidak sungkan meminta pertolongan dari pemkot. Dia juga berjanji menjadi mama pengganti bagi para mahasiswa dan pelajar yang jauh dari rumah. (sal/c10/git/sep/JPG)

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
